Tak Jauh dari Hutan Mangrove, Siswa SMKN 1 Tukak Sadai Disiapkan Jadi Kader Pelestari Pesisir

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Hutan mangrove Tukak tumbuh tidak jauh dari SMK Negeri 1 Tukak Sadai. Kedekatan ini dinilai sebagai peluang emas untuk menyiapkan siswa menjadi kader pelestari ekosistem pesisir di Bangka Selatan.

Peluang itu dimanfaatkan oleh tim Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui program Mangrove Goes to School. Pada Senin (29/6/2026), sebanyak 20 siswa diajak mengenal mangrove dari dua sisi: teori di kelas dan praktik langsung di persemaian.

Program ini didanai oleh LPPM UBB melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU). Tim pengabdian terdiri atas empat dosen UBB, yaitu Dr. Henri, S.Si., M.Si., selaku ketua, Arthur Muhammad Farhaby, S.Si., M.Si., Lizha Dwi Mulya Putri, S.Pi., M.Si., dan Dr. Rahmad Lingga, S.Si., M.Si. Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng BPDAS Baturusa Cerucuk, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta kelompok tani hutan (KTH) pengelola mangrove binaan BPDAS Baturusa Cerucuk.

Sekolah Dekat Mangrove, Potensi Besar Jadi Kader

Ketua tim pengabdian, Henri, mengatakan bahwa lokasi sekolah yang berdekatan dengan kawasan mangrove menjadi alasan utama program ini digelar di Tukak Sadai.

“Siswa di sini tumbuh tidak jauh dari hutan mangrove. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga ekosistem pesisir. Kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan yang tepat agar sekolah ini dapat menjadi garda terdepan dalam pelestarian mangrove di Bangka Selatan,” ujarnya.

Di dalam kelas, siswa menyimak tiga materi. Arthur mengupas jenis-jenis dan ekologi mangrove. Arif Sudarmanto, S.Si., M.Si., Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Baturusa Cerucuk, membagikan teknik pembibitan dan penanaman. Henri kemudian menutup sesi dengan materi tentang biologi mangrove dan peran generasi muda dalam konservasi.