Oleh: Hafiz Dwi Kurnianto

Bel sekolah berbunyi nyaring, menandakan jam pelajaran hari ini telah usai. Namun, langit menjadi mendung dan tak lama kemudian, hujan deras langsung turun membasahi bumi, tepat saat kami hendak pulang.

“Yah hujan, tapi Alhamdulillah,” kata saya sama Roqi.”

“Iya, gak bawa payung,” kata Roqi.

Karena tidak membawa payung, kami terpaksa menunggu hujan reda di sekolah sambil bermain-main di teras kelas bersama teman-teman.
Bukannya mereda, hujan justru semakin deras. Kami benar-benar tidak bisa pulang karena seragam sekolah dan tas kami pasti basah kuyup.

Karena hari semakin sore dan perut mulai merasa lapar, saya, Roqi, Rafa, Latif, dan Mas Adit pergi ke kantin.

“Beli mie gelas aja,” kata kami kompak.