NASIONAL, TIMELINES.ID – Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Arif Fahrudin menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembenahan Internal Security System.

Pembenahan Internal Security System dilakukan setelah terjadinya peristiwa penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penembakan tersebut dilakukan oleh salah seorang tak dikenal yang mengaku sebagai nabi dan meminta untuk dipertemukan dengan ketua MUI.

“Kejadian tersebut membuat kita menjadi muhasabah internal sekaligus instropeksi untuk meningkatkan kapasitas security system kita. Intinya kita instropeksi ke dalam yaitu melakukan perbaikan sistem ke dalam,” ujar Kiai Arif Fahrudin (7/5/23).

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Kiai Arif menyampaikan bahwa MUI telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan investigasi dan hal-hal lainnya yang dapat membantu mengusut kasus tersebut.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun 2022, Kapolri Lakukan Rotasi Dijajarannya

“Kalau turut andil dalam kasus ini maka semua ada kapasitasnya, maka dari itu saya sampaikan MUI cukup untuk melakukan instropeksi ke dalam. Adapun yang sifatnya ke luar, kami tidak akan mengambil sikap yang spekulatif, karena itu pasti sudah ada kewenangannya masing-masing,” ungkapnya.

“Untuk pengusutan dan investigasi ke luar, kita ucapkan terimakasih serta kita juga mendorong aparat penegak hukum dan stakeholder lainnya yang membantu MUI,” kata dia menambahkan.