Murok Jerami
Oleh: Meilanto
Kegiatan murok jerami dilakukan oleh hampir setiap kampung yang masih berume dengan nama yang beragam.
Seperti Nujuh Jerami di Aik Abik Desa Gunung Muda, Aik Kelapo Desa Riding Panjang, Pejem Desa Gunung Pelawan, Bukit Tulang Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, Pesta Adat Sedekah Kampung di Air Pasir Desa Lampur, Ngemaru di Pangkalbuluh Bangka Selatan dan lain sebagainya.
Di Desa Namang, kegiatan in dikenal dengan murok jerami.

sumber: dokumentasi penulis
Kata murok berarti buruk; memburuk, sedangkan kata jerami berarti batang-batang, tangkai padi yang telah diambil butir padinya.
Kata Murok jerami berarti memburukkan jerami atau sisa-sisa padi dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur.
Proses berume memakan waktu yang panjang, tidak sedikit tenaga dan uang yang dikeluarkan. Murok jerami dilakukan setelah panen (ngetam) selesai.
Padi-padi yang telah dipanen kemudian diirik, dan dijemur sampai kering, kemudian ditumbuk dalam lesung kayu dan alu baik secara sendiri maupun bersama-sama.
Selanjutnya beras-beras tersebut siap untuk dimasak yang dikenal dengan ngemeru.
Prosesi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur para petani karena padi telah usai panen.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.