Penulis: Wiwinda Lestari

Mahasiswi UBB Prodi Sastra Inggris

OPINI, TIMELINES.ID – Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan suatu agenda program pembangunan global yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan untuk pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.

Dikutip dari website Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan dan menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.

Selain itu, program ini bertujuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan melakukan pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang bisa menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. 17 tujuan SDGs yaitu menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, industri dan inovasi, mengurangi ketimpangan, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, menjaga ekosistem darat, perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat, dan kemitraan untuk mencapai tujuan. 17 tujuan SDGs tersebut berpusat pada manusia, bersifat transformatif, universal, dan terintegrasi.

Baca Juga  Opini

Pariwisata dan tujuan pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk membangun pengetahuan, memberdayakan dan menginspirasi para pemangku kepentingan serta menyelaraskan kebijakan.

SDGs pada sektor pariwisata sangat erat kaitannya dengan konsep sustainable tourism. Saat ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tidak lagi hanya berfokus mengejar angka kunjungan wisatawan di Indonesia saja, tapi lebih fokus pada usaha mendorong pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism di Indonesia.

Pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism adalah pengembangan konsep berwisata yang dapat dapat memberikan dampak jangka panjang. Baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Dalam upaya mengembangkan sustainable tourism, Kemenparekraf memiliki empat pilar fokus yang dikembangkan.

Baca Juga  Ilusi Data dan Hilangnya Nyawa: Kritik atas Kemandulan Inventarisasi Vertebrata di Tengah Krisis Ekologi

Di antaranya pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang harus selalu dikembangkan dan dijaga, serta aspek lingkungan (environment sustainability).

Seperti halnya di Kabupaten Bangka Tengah, tepatnya di Desa Wisata Perlang. Terdapat sebuah danau yang terbentuk dari galian bekas tambang timah yang kemudian dikelola oleh beberapa pemuda untuk dijadikan sebagai destinasi wisata.

Awalnya, lahan bekas tambang ini hanyalah kulong (istilah dalam bahasa Melayu Bangka yang berarti danau atau kolam besar yang berasal dari sisa penambangan timah). Seiring berjalannya waktu, pemuda setempat berinisiatif untuk menjadikan area kulong tersebut sebagai destinasi wisata.