Pembukaan lahan untuk wisata dilakukan secara swadaya, kemudian pemuda setempat yang saat ini tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Perlintar gencar melakukan promosi melalui media sosial.

Alhasil, keberadaan Danau Pading dengan cepat dikenal masyarakat. Walaupun saat pertama kali dibuka terdapat pro kontra karena lahan ini pernah dipakai untuk tambang inkonvensional, namun Pokdarwis Perlintar akhirnya berhasil meyakinkan masyarakat untuk membuka lokasi wisata di kawasan tersebut.

Saat ini animo masyarakat untuk berwisata di Danau Pading cukup tinggi, bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno pernah berkunjung ke Danau Pading.

Berawal dari viralnya konten wisata Danau Pading di media sosial (Tiktok), hingga keikutsertaan Desa Wisata Perlang dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 (ADWI) yang menjadikan desa ini berhasil meraih juara 3 nasional dalam kategori Digital dan Konten Kreatif.

Baca Juga  UU Cipta Kerja: Menentang Hak Pekerja hingga Penguatan Oligarki

Fasilitas yang ada di Danau Pading juga sudah cukup lengkap, terdapat mushola, toilet, gazebo dan area parkir yang cukup luas. Selain itu terdapat perahu yang bisa disewa untuk keliling danau, wisatawan dapat menikmati pemandangan yang indah dari Danau Pading serta Bukit Pading.

Saat ini, wisata Danau Pading dikelola oleh Pokdarwis Perlintar yang berasal dari masyarakat Desa Perlang. Tentunya, keberadaan Danau Pading memberikan dampak peningkatan ekonomi kepada masyarakat Desa Perlang, mulai dari Pokdarwis yang mengelolanya, hingga usaha homestay dan UMKM yang memproduksi oleh-oleh khas Desa Perlang.

Tak hanya itu, pemberdayaan masyarakat untuk tenaga kerja pengelolaan Danau Pading, homestay dan oleh-oleh yang ada di Desa Perlang turut membantu menekan jumlah pengangguran yang ada di desa ini.

Baca Juga  Mottainai Nusantara: Bangun Kembali Harmoni Alam dari Filosofi Jepang dan Warisan Lokal Kita

Pemerintah setempat juga memberikan dukungan untuk meningkatkan pengetahuan Pokdarwis Perlintar melalui berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan pengelolaan Desa Wisata, Pelatihan Pemasaran, Pelatihan Pengelolaan homestay, dan lain-lain.

Jika dilihat dari aspek lingkungan (environment sustainability), pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai destinasi wisata ini merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh Pokdarwis Perlintar.

Dampaknya, lahan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi produktif serta tidak menyisakan kawasan gersang tanpa guna karena oleh pengelola ditanami juga pohon di sekitar danau. Dari aspek budaya juga memberikan dampak baik.

Masyarakat Desa Perlang menjadi sadar akan pentingnya melestarikan budaya, tak hanya sebagai atraksi wisata saja, tetapi budaya tersebut juga sebagai identitas dan ciri khas bagi masyarakat setempat.

Baca Juga  Masih Adakah Kebanggaan Kita?

Dengan mengusung konsep sustainable tourism sebagai konsep pembangunan wisata di Danau Pading, diharapkan dapat menghadirkan peluang baru dan pembangunan sektor pariwisata yang dapat mewujudkan tercapainya 17 tujuan SDGs.