Oleh: Meilanto

BUDAYA, TIMELINES.ID — Ruwah Kubur dilaksanakan juga hampir di seluruh wailayah di Pulau Bangka.

Tradisi Ruwah Kubur umumnya dilakukan oleh umat Islam. Kegiatan ruwah kubur sebagai bentuk penghormatan bagi manusia yang hidup terhadap orang yang telah meninggal dunia dan mengingatkan kepada yang masih hidup bahwa suatu saat kita juga akan seperti mereka yang berada di dalam kubur.

Malam 15 Sya’ban warga akan nganggung ke masjid atau balai pertemuan untuk membacakan Surat Yasin, Tahlil dan doa untuk para arwah.

Siang hari 15 Sya’ban dalam kalender hijriyah, warga berpuasa sunat yang dinamakan dengan puasa Nisfu Sya’ban. Setelah itu tanggal 16 mereka ke kuburan keluarga.

Baca Juga  Menggembala, Latihan Kepemimpinan dalam Kesunyian

Warga akan datang ke kuburan keluarga masing-masing, membersihkan kuburan dari rumput-rumput liar dan membaca yasin serta berdoa.

Pada tanggal 16 sampai 20 Sya’ban Tempat Pemakaman Umum akan terlihat ramai. Warga berbondong-bondong mendatangi kuburan keluarga.

Bagi sebagian warga yang mempunyai rezeki lebih, pada malam harinya, mereka mengadakan sedekah, mengundang keluarga besar, tetangga dan tokoh agama untuk pembacaan Surat Yasin, Tahlil dan doa khusus para arwah yang telah mendahuluinya.

Malam-malam sepanjang Bulan Sya’ban, di kampung banyak warga yang sedekah sehingga harus bisa-bisa mengatur waktu jangan sampai waktunya berbarengan dengan warga lain.

Bahkan satu malam bisa mencapai 3-5 rumah yang sedekah. Bulan sya’ban adalah bulan ruwah.

Baca Juga  Buah Malik, Bagaimana Mengonsumsinya, Yuk Simak Caranya