PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa menyebutkan pernikahan dini adalah salah satu faktor penyebab tingginya stunting di Babel.

Dia mengatakan berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 adalah 21,6 persen. Sedangkan di Babel 18,6 persen di 2021 lalu dan tahun 2022 menjadi 18,5 persen.

“Angka prevalensi stunting di Babel masih cukup tinggi yakni 18,5 persen, hanya turun 0,5 persen dari tahun sebelumnya diangka 18,6 persen,” ujar Fazar usai menghadiri rakor penurunan stunting di Babel, Selasa (20/6/2023).

Pemerintah menganggap perlu mempercepat pencapaian yang ada dengan menerbitkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan penurunan stunting dan ditindaklanjuti oleh Kepala BKKBN dengan menerbitkan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 (RAN-PASTI).

Baca Juga  Wujudkan Generasi Emas, Safriati Ajak Bunda Paud se-Babel Berkolaborasi

Namun, menurut Fazar, tren penurunan angka prevalensi stunting ini dianggap belum meyakinkan untuk mencapai target angka prevalensi 14 persen pada 2024 mendatang.