Melepasliarkan Kukang Bangka yang Terancam Punah, Cara Kita Memahami Alam dan Lingkunganya
Oleh: Agustian Deny Ardiansyah
FEATURE, TIMELINES.ID — Setelah subuh dan matahari samar naik ke peraduan, sepeda sudah siap untuk menyusuri jalan desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan.
Tak lama akan berangkat, terdengar teriakan terkejut sesosok hewan bergelantung di sangkar burung.
Setelah didekati ternyata itu adalah Kukang Bangka. Matanya melotot dengan warna coklat dan garis putih samar di antara kedua matanya.
Kukang itu bergelantung dan berpindah dari satu gelantungan ke gelantungan lain dengan sangat lambat.
Akhirnya kami tak jadi bersepeda, termenung duduk melihat Kukang Bangka yang bergelantung di dalam sangkar itu.
Wajar saja, tak setiap hari bisa melihat hewan itu. Seumur-umur baru ini melihat Kukang Bangka asli langsung dari alamnya.
Kukang Bangka dalam sangkar itu ditemukan malam tadi oleh tetangga kami, setelah pergi mengambil tangkapan ikan dari tajur (pancing yang didiamkan semalam/lebih).
Ketika perjalanan pulang dan menyusuri jalan tanah merah yang baru dibuka oleh pemerintah, ia melihat sesorot mata yang bercahaya karena pantulan dari lampu motor yang ditungganginya.
Penasaran, ia berhenti dan mengambil Kukang Bangka yang berada di pinggir jalan tadi.
Sesampinya di rumah Kukang itu diletakan di sebuah sangkar burung.
Saya berinisiatif bertanya kepada salah satu kawan dan mengirimkan foto kukang tadi melalui pesan whatsapp.
Tak lama ada pesan balasan dan mengatakan untuk menghubungi PPS Alobi, salah satu fondation yang bergerak dalam pelepasliaran hewan khas Bangka.
Setelah itu saya hubungi PPS Alobi dan kemudian pihak PPS Alobi meminta saya menghubungi BKSDA Bangka Belitung.
Namun saya harus izin dulu kepada penemu, karena pagi tadi dia sudah berangkat ke sawah ketika saya melihat Kukang Bangka itu.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.