Oleh: Agustian Deny Ardiansyah

FEATURE, TIMELINES.ID — Kendaraan berlalalu lalang, mesin-mesin menderu, orang-orang berseliweran dan di antara meja ke meja tak terdengar orang berkisah apa.

Aku masih duduk termenung dan sesekali membaca kabar berita sambil menunggu seorang kawan datang.

Sepertinya tak ada yang peduli dengan kehadiranku, semua tenggelam dengan kelakar dan diskusi mereka sendiri.

Sambil ditemani kopi, rokok dan cemilan pengganjal perut yang tak pernah mengenyangkan sebenarnya.

Sesekali ingin kupanggil pelayan, namun canggung, sepertinya mereka juga sibuk melayani pesanan.

Toh kawan kami juga belum datang, sehingga menunggu saja sambil menikmati suasana yang semakin riuh.

Cukin, orang-orang menyebut warung kopi itu, tak mewah-mewah amat, namun pas, pas di tengah-tengah jantung kota Toboali, Bangka Selatan.

Baca Juga  Secangkir Kopi di Warung Kopi

Tak lama kawan datang, kemudian bersalaman dan kami mulai memesan.

Kopi susu hangat pesan kawan, sedang aku segelas “jus alpukat”. Hehe

Jus alpukat?

Di warung kopi pesan jus alpukat? ledek kawan dengan tawa terkekeh lagi. Hehe haha

Memang jarang ke warung kopi bahkan bisa dikata tak pernah, ini yang ke tiga, itupun diajak.

Namun nampaknya akan terbiasa dan sering, karena sudah merasa nyaman terlebih bila ada kawan yang pas.