BANGKA, TIMELINES.ID – Peristiwa kecelakaan tambang kerap terjadi di kawasan pertambangan illegal. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka mengimbau kepada para penambang untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan di area penambangan biji timah, seperti yang terjadi di Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka beberapa hari lalu.

“Utamakan keselamatan dalam setiap aspek kegiatan penambangan. Pastikan semua pekerja menggunakan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai seperti helm, sepatu pelindung, masker debu, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Juga, pastikan semua pekerja mendapatkan pelatihan keselamatan yang memadai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bangka, Ridwan, Kamis (13/7/2023) dalam rilisnya.

Baca Juga  Begini Respons PT Timah Terkait Kecelakaan Tambang di Tempilang

Ridwan mengatakan pekerja juga diminta untuk melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan di area tambang.

Misalnya memberi tanda peringatan yang jelas, gunakan alat pengaman seperti pagar atau pagar pembatas, dan memasang pencahayaan yang memadai untuk mencegah kecelakaan.

Selanjutnya, selalu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak BPBD dan pihak berwenang terkait lainnya. Laporkan setiap perubahan kondisi atau kejadian yang dapat berpotensi menyebabkan bencana.

Juga, patuhi petunjuk atau instruksi yang diberikan oleh pihak berwenang dalam hal penanggulangan bencana.