TIMELINES.ID- Cara mendidik anak yang paling efektif melibatkan interaksi antara anak dan Ibu yang baik. Interaksi tersebut dibentuk dari  kemampuan berbicara dan mendengarkan kedua belah pihak. Apakah selama ini Ibu menerapkan cara mendidik anak yang baik dengan memilah betul perkataan yang Ibu lontarkan?

Tanpa disadari, kita mewariskan cara mendidik anak dari orang tua kita terdahulu. Padahal, menurut psikolog anak, ada banyak ekspresi klasik yang berulang dari generasi ke generasi yang sebenarnya memberi pelajaran berbahaya untuk anak.

Ada alternatif ucapan ke anak yang lebih baik, dan yang perlu Ibu lakukan adalah menggunakannya di keseharian.

Apa saja tanda-tanda sikap keras yang seharusnya dihindari dalam mendidik anak? Simak penjelasan dibawah ini.

Baca Juga  Fakta Bed Rest untuk Ibu Hamil, Penting untuk Kesehatan

1. Kritik yang berlebihan

Dilansir dari American Psychological Association (APA), orangtua yang terlalu keras cenderung sering mengkritik anak dengan cara yang kurang membangun.

Mereka fokus pada kesalahan dan kekurangan anak, tanpa memberikan pujian atau penghargaan atas prestasi atau upaya yang dilakukan. Hal ini lah dapat membuat anak merasa rendah diri dan kurang percaya diri.

2. Hukuman yang tidak proporsional

Orangtua yang terlalu keras cenderung memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan yang dilakukan anak. Mereka mungkin menggunakan hukuman fisik atau mengisolasi anak secara berlebihan sebagai bentuk disiplin. Padahal, sikap atau didikan ini justru dapat menyebabkan rasa takut, stres, dan kecemasan pada anak, lho.