KESEHATAN,TIMELINES.ID- Nah, jadi anggapan bahwa kelebihan lemak identik dengan peningkatan risiko terjadinya sejumlah penyakit memang tidak salah, tetapi perlu diingat bahwa lemak merupakan nutrisi penting untuk tubuh, lho.

Lemak bersama protein dan karbohidrat punya peran yang sama-sama penting untuk menjaga sel, jaringan, dan organ bisa berfungsi dengan baik.

Lemak jenis omega-3 dan DHA, bahkan berfungsi untuk menjaga fungsi otak. Tidak sampai di situ, lemak juga bisa membantu penyerapan vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Oleh karena itu, kekurangan lemak bisa menyebabkan sejumlah kondisi kesehatan, beberapa di antaranya adalah:

1. Kurus

“Kamu kurus banget sih, kurang lemak, tuh” pernah mendengar pernyataan ini? Jadi anggapan kurus adalah tanda tubuh kekurangan lemak memang sudah lama beredar dan dipercayai oleh sebagian besar oleh masyarakat.

Baca Juga  Hal-Hal yang Penting Diketahui dalam Merencanakan Kehamilan, Pasutri Wajib Tahu

Anggapan ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar, ya. Jika dilihat dari definisinya, kurus merupakan kondisi saat indeks massa tubuh kurang dari nilai normal, yaitu <18,5.

Nah, saat kurus, sebenarnya tidak hanya lemak saja yang berkurang, massa otot juga bisa menurun. Bahkan jika disebabkan oleh gangguan makan atau olahraga yang berlebihan, kurus bisa menjadi tanda adanya kekurangan nutrisi tertentu yang membahayakan kesehatan.

2. Gampang kedinginan

Lemak yang tersebar di seluruh tubuh bisa dibagi menjadi 2 jenis, white fat dan brown fat. Jika lemak putih berfungsi sebagai bentuk cadangan energi, keberadaan lemak coklat akan membentuk panas dan membantu menjaga suhu tubuh.

Nah, jadi anggapan ini tidak salah, ya. Jika seseorang mudah kedinginan maka tidak semata karena suhu lingkungan memang sedang dingin tetapi ada kemungkinan bahwa tubuhnya memang sedang kekurangan lemak.

Baca Juga  Cara Mengatasi Sembelit Anak yang Efektif

3. Gangguan siklus menstruasi

Pernahkah kamu merasa saat diet berlebihan, siklus haid jadi tidak teratur atau jadi tidak menstruasi sama sekali? Hal ini berkaitan erat dengan peningkatan kadar hormon stres dan penurunan kadar estrogen.