TIMELINES.ID- Perlu Anda pahami, hasrat atau motivasi untuk berselingkuh dari setiap orang berasal dari bagian otak yang memproduksi hormon dopamin.

Ketika dirangsang oleh alkohol, obat, permen cokelat, hingga seks, otak akan melepaskan dopamin. Hormon inilah yang membuat kita merasa senang, bergairah, dan merasa bahagia.

Penelitian menunjukkan bahwa pada pria yang doyan selingkuh, sensasi deg-degan campur bahagia karena tidak (atau belum) ketahuan selingkuh akibat dorongan dopamin ini malah semakin memotivasi mereka untuk melakukan hal tersebut.

Akan tetapi, kecenderungan selingkuh ternyata juga dapat menurun dari keluarga. Hal ini terbukti dalam sebuah survei yang dilakukan oleh tim peneliti University of Pennsylvania, AS.

Dalam survei tersebut, sebanyak 71% responden wanita yang pernah selingkuh memiliki seorang ibu yang dulu juga pernah mendua. Begitu pula dengan pria, sebanyak 45% responden pria yang sempat main mata punya ayah yang juga pernah selingkuh.

Baca Juga  Beragam Cara Melupakan Mantan? Ini Caranya dan Dijamin Ampuh

Pada pria, kecenderungan untuk selingkuh lebih didasari oleh dorongan bawah sadar otak warisan zaman purba yang menilai seks sebagai kegiatan biologis murni untuk berkembang biak guna meningkatkan kesempatannya memiliki lebih banyak keturunan di dunia.

Orang yang memiliki gen DRD4 lebih rentan berselingkuh

Di sisi lain, kecenderungan selingkuh pada sebagian orang juga dipengaruhi oleh keragaman gen dalam rantai DNA tubuhnya.

Dari hasil penelitian milik peneliti asal State University of New York (SUNY) Binghamton, orang-orang yang memiliki varian tertentu dari reseptor D4 polimorfisme (gen DRD4) lebih mungkin untuk berselingkuh dan “jajan seks” di luar rumah.

Hal tersebut bisa terjadi sebab orang-orang yang memiliki gen DRD4 secara natural membutuhkan rangsangan yang lebih besar lagi untuk bisa mencapai kepuasan.

Baca Juga  Perhatikan Pasangan Kamu, Ini 5 Sikap Pria Mencintai Wanitanya

Umpamanya, beberapa orang akan merasa sangat bersemangat setelah selesai naik roller coaster yang menegangkan. Namun, pada orang-orang dengan gen DRD4, mereka akan meminta untuk mengulang atraksi itu, lagi dan lagi, untuk menguji batasan dirinya.

Diketahui dari penelitian tersebut, sebanyak 50% partisipan yang memiliki gen DRD4 mengaku pernah berselingkuh setidaknya sekali seumur hidup. Jumlahnya lebih banyak bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki gen ini (yang hanya 22 persen).

Menariknya, mutasi gen DRD4 merupakan warisan orangtua. Seperti penyakit keturunan, jika orangtua Anda memiliki “gen selingkuh” ini, Anda juga memilikinya.