BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Direktur RSUD Bangka Selatan, Dr Rudi Hartono membantah operasi benjolan terhadap pasien Solha pada Kamis (14/9/2023) dinyatakan malapraktik.

Menurut Dr Rudi, mekanisme operasi sudah dijalankan tim medis operasi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Demikian dikatakan Rudi kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Selasa (19/9/2023).

Bahkan menurut Rudi, operasi benjolan tersebut dilakukan atas persetujuan keluarga pasien.

“Jadi tidak benar jika dikatakan operasi itu malapraktik. Tim medis kami melaksanakan operasi sesuai dengan SOP dan keluarga pasien juga menyetujuinya,” kata Rudi.

Dilansir, seorang pasien asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung meninggal dunia, Sabtu (16/9/2023) lalu.

Pasien lanjut usia, Solha (66) ini diduga menjadi korban malapraktik tim medis RSUD Bangka Selatan.

Baca Juga  Sambut HUT ke-72 Humas Polri, Polres Basel Gelar Donor Darah

Ia meninggal dunia diduga usai menjalani operasi benjolan di bagian punggungnya.

Kepada wartawan Nadia (39) anak korban mengatakan, peristiwa dugaan malapraktik itu berawal ketika ia mengantarkan Solha ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan pada Rabu (13/9/2023) lalu.

Mereka ingin mengobati benjolan yang ada di punggung pasien.

Tibanya di sana, pihak rumah sakit menyarankan operasi kepada korban.

“Pihak RSUD Bangka Selatan menyarankan untuk oeprasi. Kita setuju, lalu tanggal 14 September menjalani operasi,” jelas Nadia Selasa (19/9/2023).