BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Barat (Babar) kasus stunting pada bayi di daerah ini masih diangka 8,9 persen hingga Mei 2023 kemarin.

“Dari 1.800 bayi yang ditimbang, kasus stunting di kita masih diangka 8,9 persen sampai Mei kemarin sesuai data pada elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau e-PPGBM,” ujar Kepala DP2KBP3A Babar Sarbudiono, Selasa (26/9/2023).

Dia mengungkapkan, berdasarkan data tersebut ada dua kecamatan yang masih menjadi lokasi kasus stunting tertinggi. Yaitu Kecamatan Kelapa dan Simpangteritip. Sementara di Kota Mentok masih cukup rendah diangka 5 persen.

“Kalau Simpangteritip yang sekarang itu sampai 21 persen. Makanya saat ini lokus kita cuma Simpangteritip dan Kelapa,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Babar itu.

Baca Juga  Cuaca Tak Bersahabat, Dua Bulan Terakhir Nelayan Kundi Tak Berani ke Laut