BANGKA, TIMELINES.ID – Cekcok antara oknum pegawai honorer dengan seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bangka usai apel pagi, Senin pagi (16/10/2023) mengundang perhatian netizen.

Pertikaian antara kedua wanita yang berujung laporan ke pihak kepolisian ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat yang penasaran penyebab konflik di antara keduanya.

LN, PNS yang dilaporkan YL ke Unit SPK Polres Bangka kepada timelines.id, Selasa (17/10/2023) menceritakan kronologi peristiwa tersebut versi dirinya.
Saat itu LN hendak kembali ke Dinas Perikanan Kabupaten Bangka kantornya dengan berjalan kaki.

Saat melewati Lapak Kios UMKM di depan Kolam Renang Tirta Loka, dia melihat sosok YL yang sedang menyapa beberapa orang temannya yang sedang duduk di dalam salah satu kios pedagang makanan.

Baca Juga  BPJS Pangkalpinang-Pemkab Bangka Jalin Kerja Sama Strategis

LN yang masih memiliki rasa sakit hati terhadap YL atas fitnah mengatasnamakan dirinya hingga ia dimutasi ke Kantor Kecamatan Puding Besar 3 tahun silam langsung melontarkan kata sapa “Hantu” kepada YL. YL yang mendengar kata tersebut membalas dengan sebutan “Ka tu Hantu Kuwek”.

“Dia menjawab dengan kalimat Ka Tuh Hantu Kuwek berkali kali hingga saya sudah agak menjauh,” cerita LN.

LN yang gerah diteriaki YL kembali menghampiri YL bermaksud membungkam YL yang semakin histeris. Dirinya sempat bertanya kepada YL tentang fitnah dirinya kepada atasan.

“Kamu kan yang fitnah saya dulu. Dia jawab, tapi memang benerkan begitu,” ujarnya menceritakan awal mula cekcok.

Baca Juga  100 Warga Bangka dari 3 Kategori Dapat Bantuan Program Atensi Sentra Mulya Jaya

Kata LN saat itu YL semakin menjadi-jadi sehingga terjadi aksi saling serang antara keduanya. Tapi mengenai luka di wajah YL, LN pun bingung luka tersebut disebabkan oleh apa. Karena dirinya tidak pernah ada sejarah memanjangkan kuku.

“Saya itu niatnya mau membungkam mulutnya karena teriak terus. Tapi malah jadi aksi seperti menyerang dan dia membalas. Dan mengenai luka diwajahnya itu. Saya malah bingung, kalau kena kuku saya. Saya tidak pernah memanjangkan kuku,” ungkapnya.

Bahkan LN pun mengalami luka goresan jarum pentul di bagian lehernya akibat jilbab yang ia kenalan ditarik oleh YL.

“Saya juga luka di bagian leher kena jarum pentul. Jilbab saya kan hampir lepas ditarik dia,” kata PNS jebolan LIPI ini.

Baca Juga  Cabuli Anak Tetangga, Pak Kumis Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Aksi cekcok itu terjadi beberapa saat saat keduanya dilerai oleh sejumlah pegawai yang berada di lokasi kejadian. Hingga keduanya dipisahkan YL masih sempat hendak menyerang LN namun dihadang rekan LN. Selain itu YL pun terus menerus mengumpat dengan kalimat kasar hingga di ujung kompleks kios UMKM.

“Saya diseret sama temen yang melerai. Sudahlah yuk. Dan saya dibawa kembali ke kantor. Saya masih mendengar YL berteriak mengumpat kalimat Ban*sa* dan hantu kuwek sampe di ujung kios baru teriakannya hilang,”ujarnya.

Setelah itu, LN menyebutkan dia mendapat panggilan dari Polres Bangka untuk datang. Kedua wanita ini pun dipertemukan dan diupayakan untuk berdamai.