Soal Cekcok Antara Honorer dengan PNS Pemkab Bangka Usai Apel Pagi, Begini Versi Terlapor
“Di Polres itu kembali cekcok. Saya ditanya sama polisi mengenai aksi penyerangan ini. Jadi saya harus buka cerita lama tentang saya difitnah hingga saya dimutasi. Tiba tiba YL menjawab dan kembali terjadi cekcok,”imbuhnya.
LN menceritakan alasan sakit hatinya kepada LN yang terjadi 3 tahun silam saat dirinya masih menjabat sebagai salah satu Kasi di DLH Kabupaten Bangka.
Saat itu PNS yang menangani nominasi Kalpataru di Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan RI ini mendapat panggilan dari atasan bahwa dirinya disebut sering menjelek jelekan kepala daerah dan kepala dinas.
“Saya membela diri dan mengatakan bahwa itu fitnah. Padahal waktu itu saya tidak memiliki masalah dengan YL. Tapi temannya sesama honorer RM,”ujarnya.
Dia menceritakan kejadian pada 3 tahun silam di Kantor DLH Bangka. Saat itu, ia meminta tolong RM merapikan rak dengan membuat kategori masing masing kasi.
“Saya minta tolong dengan nada yang baik dan cara yang santun. Tapi dia tidak menjawab dan melengos begitu saja melewati meja saya. Keesokan harinya saya cek, ternyata yang dikerjakan salah. Dan saya tegur dengan sopan,”bebernya.
Namun RM saat itu tidak terima dan malah merobek kertas dengan kasar yang RM buat. LN pun saat itu hanya menghela nafas dan meminta tolong honorer lainnya untuk melanjutkan pekerjanya tersebut. Buntutnya, YL membawa RM melaporkan saya ke kepala daerah dengan tuduhan dirinya sering menjelek-jelekan atasan.
“Saya membela diri dong. Tapi pada akhirnya saya dimutasi di minggu kedua Februari ke Kantor Camat Puding Besar,”katanya.
Selang seminggu usai LN di mutasi ke Kantor Camat Puding Besar, kemudian YL dan RM pun dipindah tugaskan ke tempat yang berbeda YL di kantor Kelurahan Surya Timur dan RM ke Kantor Kelurahan Sinar Jaya.
Sebagai abdi negara, LN tidak mempermasalahkan mutasinya malah dia ingin selalu belajar hal baru yang ingin dikerjakan. Hanya saja faktor jarak rumah dan kantor yang jauh membuat hal itu menjadi kendala. Hal itu membuatnya memperjuangkan status kepegawaiannya.
“Saya membela diri dan membuat klarifikasi bahwa saya tidak seperti yang dituduhkan. Akhirnya 2 bulan saya bekerja di Kantor Camat Puding Besar, saya kembali di mutasi ke dinas perikanan. Kalau dulu saya menangani tumbuh-tumbuhan sekarang saya harus menangani ikan- ikanan. Tidak apa apa asal ada kemauan saya tetap mau belajar,”katanya.
LN yang dikenal rekan kerjanya sebagai pegawai yang memiliki disiplin kerja yang tinggi memang dikenal kritis. Tak jarang dirinya kerap mengkritisi oknum pegawai yang tidak kembali ke kantor usai istirahat siang.
Usai pertikaian diantar keduanya, LN mengatakan dirinya diminta hadir untuk mediasi antara dirinya dan YL. Dirinya akan mengikuti arahan dari pihak yang menangani permasalahan ini lantaran dikarenakanmasalah pribadi diantara keduanya.
“Katanya saya mau dipanggil untuk mediasi di kantor lurah. Sebagai pegawai saya ikut saja,”ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.