Karya Sheila Fiorencia Caroline, Siswi SMKN 1 Sungailiat

 

Kamu menjijikan, mataku sakit melihatmu.

Kata-kata buruk itu menghantuiku sepanjang malam. Menjatuhkanku ke dalam lubang depresi setiap harinya. Ketakutan terus menumpuk dari dalam diriku. Setiap harinya aku terus berpikir bagaimana caranya agar orang-orang menyukaiku, padahal sudah jelas mereka tidak menyukaiku sama sekali, sampai bagaimanapun aku berusaha, mereka akan tetap tidak menyukaiku.

Kau tidak akan didengar, karena orang-orang hanya ingin kau mendengar.

Rasanya menyakitkan tidak dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran kita karena pandangan orang-orang yang berbeda-beda dan skeptis yang terbentuk di dalam masyarakat. Kita tidak diizinkan berbeda, bagaimanapun kau harus menyamai mayoritas. Jika tidak, kau akan dianggap orang asing bahkan penjahat.

Baca Juga  Malam Likur

Kau sungguh lemah dan mengerikan.

Sesuatu di kepalaku seolah-olah sedang membisikkan sesuatu padaku, dan parahnya aku tidak bisa melawan pikiran jahatku. Dia mengatakan hal-hal yang sangat buruk hingga aku jatuh dengan sangat keras. Suara-suara ini lebih buruk dari pada apa yang dikatakan orang lain.

Tidak ada yang peduli padamu.

Benar, tidak akan ada yang peduli sampai kau melakukan sesuatu yang mengagumkan. Namun, untuk sampai ke sana kau harus siap dengan cercaan masyarakat. Keluarga juga terkadang tidak membantu, beban di pundakku justru jauh lebih berat karena tuntutan. Aku semakin takut untuk keluar.

Kau sangat mengecewakan, aku sudah berjuang keras dan aku hanya ingin kau berubah.

Seandainya berubah semudah membalikan telapak tangan, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini. Aku tidak sempurna, dan tidak akan pernah sempurna. Permintaanku hanya satu, yaitu perhatian dan kasih sayang. Sesulit itukah untuk mendapatkannya? Kenapa semua terasa tidak adil?

Baca Juga  Pantun: Heperadek, Pasar Kite Toboali Diresmi Wapres Ma'ruf Amin

Kau tampak mengerikan, mungkin kau harus meminta ahli untuk menolongmu.

Berbicara dengan ahli? Itu yang terburuk. Bagaimana aku bisa mempercayakan orang yang sama sekali tidak aku kenal? Bagaimana bisa itu menjadi jalan yang lebih baik? Aku takut, sedih, marah, dan kecewa. Aku membutuhkan orang-orang yang kusayangi untuk membantuku, bukan bantuan dari orang lain yang sama sekali tidak kukenal. Mungkin aku sembuh, tapi selebihnya karena aku ketakutan. Aku hanya minta dimengerti, itu tidak sulit, kan? Aku ingin bebas dan bahagia.

Jangan pedulikan mereka, kau cantik baik dari luar ataupun dalam.