BANGKA, TIMELINES.ID – Harum aroma khas kopi tercium dari area Kedai CB Kopi Tungku yang berada di Jalan Air Kenanga Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat suasana yang mulai meredup, Jum’at sore (10/11/2023).

Kedai kopi minimalis yang berada ujung Kota Sungailiat ini memang sedang ramai diperbincangkan para pecinta kopi atau kopiholic yang kerap datang untuk menyeruput segelas kopi nikmat.

Tidak hanya sekedar menghabiskan waktu bercengkrama dengan para kerabat. Ternyata alasan para pecinta kopi datang Kedai CB Kopi Tungku memang kadung menyukai racika aneka varian kopi lokal, nusantara hingga kopi dari beberapa negara penghasil kopi terenak.

Keterampilan Wen Kie (33) owner Kedai CB Kopi Tungku yang terjun langsung sebagai barista memang tak bisa dipungkiri.  Pria asal Mentok, Kabupaten Bangka Barat ini sejak lama membekali dirinya dengan wawasan dunia kopi di sejumlah daerah.

Baca Juga  5 Ide Bisnis yang Cocok Untuk Mahasiswa

Sebelum meracik kopi terbaik, Wen Kie mengatakan harus mengetahui jenis kopi dan ciri khas aroma hingga rasa tiap kopi yang ia sajikan.

“Memang sejak dulu sangat suka dengan kopi jadi saya memang sengaja mempelajari kopi dari masing-masing darah penghasil kopi. Tiap daerah itu kopinya memiliki ciri khas,” ujar Wen Kie di sela-sela meracik kopi yang timelines.id pesan.

Wen Kie menceritakan, setelah memiliki banyak pengetahuan tentang kopi, tahun 2012 ia mulai membuka kedai di Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Tak heran, kemudian Wen Kie dapat disebut sebagai pionir kopi arabika dan berbagai varian kopi kekinian di tempat yang dijuluki Kota Seribu Kue tersebut.

Baca Juga  Nujuh Jerami: Wujud Syukur dan Ajang Silaturahmi

Hingga pada akhirnya, tahun 2019 dirinya harus meninggalkan kedai kopi yang ia rintis pertama kali karena harus hijrah ke Provinsi Bali.

“Kita pionir-nya kopi arabika dan kopi kekinian disana (Mentok-red),” kata Wen Kie.

Tahun 2020, dia kembali ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di kampung halaman sang istri, Wen Kie kembali memulai usaha yang ia sukai ini di Jalan Air Kenanga Sungailiat.

Mulanya, Wen Kie hanya menyajikan kopi tradisional lokal dengan teknik manual brew dari teko kuningan yang dimasak menggunakan tungku tembikar yang ia pesan khusus dari pengrajin.

“Awalnya di tahun 2012 kami hanya menyajikan kopi tradisional dengan tungku. Inilah signature kita awal  brand Kedai CB Kopi Tungku itu muncul,” ceritanya.

Baca Juga  7 Bisnis di Daerah Sepi yang Potensial Meraup Cuan

Seiring perkembangan zaman, dunia perkopian berkembang pesat. Hal ini mengharuskan Wen Kie mulai merambah varian kopi kekinian dengan teknik modern seperti menghadirkan mesin kopi espresso dan berbagai teknik manual brew.

Dia mengklasifikasi varian kopinya menjadi 3 gelombang. Gelombang pertama kopi yang disajikan secara tradisional seperti kopi tubruk. Gelombang kedua sajian kopi dengan teknik manual brew mengunakan filter dan kopi dengan mesin espresso, seperti capuccino, vanilla latte.