TIMELINES.ID- Daya tahan adalah istilah yang berkaitan dengan kekuatan untuk melakukan dan mempertahankan aktivitas fisik berat, tanpa mengalami kelelahan. Biasanya aktivitas tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Untuk mencapai daya tahan yang baik, seseorang membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan latihan yang konsisten. Secara perlahan tapi pasti, hal tersebut dapat meningkatkan daya tahan.

Nah, mau tahu lebih jauh mengenai daya tahan dan cara meningkatkannya? Berikut ulasannya!

Apa itu Daya Tahan?

Daya tahan adalah kemampuan yang bisa diperoleh oleh tubuh setelah melakukan pelatihan ekstensif. Hal tersebut juga didapatkan dari kombinasi faktor fisiologis dan psikologis.

Selain itu, tingkat kebugaran  juga dapat digunakan sebagai indikator atau prediktor untuk menilai daya tahan seseorang. Ditambah dengan tingkat pelatihan, hal ini juga akan memengaruhi kemampuan ketahanan.

Baca Juga  Berposisi Sebagai Bek Tengah Jihad Ayoub Kapten Baru PSS

Lantas, apa bedanya daya tahan dan stamina? Daya tahan sering disalahartikan dengan istilah stamina. Namun, keduanya berbeda.

Daya tahan menekankan pada kemampuan tubuh untuk bertahan lama dalam suatu aktivitas. Sementara stamina, bukanlah komponen kebugaran fisik, melainkan hasil dari menjadi lebih bugar.

Jenis Daya Tahan

Daya tahan dapat dipecah menjadi klasifikasi yang ditentukan berdasarkan jenisnya. Berikut ini beberapa jenis daya tahan utama dan kaitannya dengan kebugaran fisik:

1. Daya tahan otot

Daya tahan otot berkaitan dengan lamanya waktu otot dapat berkontraksi agar tubuh bisa melakukan aktivitas tertentu. Seseorang yang kurang memiliki daya tahan otot akan mengalami penumpukan asam laktat berlebih dan bisa berujung pada kram.

Baca Juga  Nova Arianto Prioritaskan Pemain U-16 dengan Postur Tinggi

2. Daya tahan kardiovaskular

Seperti namanya, daya tahan kardiovaskular berkaitan dengan jumlah stres yang dialami jantung selama melakukan aktivitas fisik. Ketika membangun daya tahan kardiovaskular, tubuh menjadi lebih efisien dalam memompa darah saat melakukan aktivitas tertentu.

Dengan kata lain, seseorang yang telah membangun daya tahan kardiovaskular dapat mempertahankan latihan yang lebih lama dan lebih intens. Hal ini dibandingkan dengan  dengan seseorang yang belum membangun tingkat daya tahan kardiovaskular.

3. Daya tahan anaerobik

Kata anaerobik berarti ‘tanpa oksigen’. Jadi, konsep daya tahan anaerobik berkaitan dengan berapa lama otot dapat terus bekerja pada kondisi fisik tertentu tanpa adanya oksigen.

Salah satu contoh olahraga anaerobik adalah angkat beban. Jenis olahraga ini durasinya cenderung lebih singkat, tetapi intensitasnya lebih tinggi ketimbang olahraga aerobik, seperti berenang atau bersepeda.

Baca Juga  5 Manfaat Peregangan Tubuh untuk Lansia, Ini Tipsnya

Berbagai Cara Meningkatkan Daya Tahan