Pernah Dengar Pola Makan Food Combining? Ini Penjelasannya
TIMELINES.ID- Banyak orang menerapkan food combining atau pola makan kombinasi nutrisi sebagai cara makan yang lebih sehat. Sebenarnya apa itu food combining dan benarkah pola ini bermanfaat untuk kesehatan?
Food combining yang mengatur pola makan yang sudah dimulai pada zaman kuno. Kebiasaan ini berpijak pada teori bahwa kombinasi makanan yang tidak tepat bisa memicu sejumlah penyakit, penumpukan racun, atau gangguan pada pencernaan. Sementara kombinasi makanan yang seimbang akan menghasilkan efek yang sebaliknya, yaitu bisa menyembuhkan suatu penyakit dan menyehatkan badan.
Pola Makan Food Combining
Secara umum, food combining membagi sumber-sumber makanan ke dalam beberapa kategori, yaitu asam (daging, ayam, produk olahan susu, ikan, dan gandum), netral (lemak, gula, dan pati), serta basa (biji-bijian, buah, sayur, dan kacang-kacangan). Intinya, konsep dasar food combining ini adalah bagaimana membuat kombinasi kategori-kategori makanan itu ke dalam menu makanan Anda, agar tubuh tidak memproduksi asam yang berlebihan yang buruk untuk tubuh.
Dalam food combining, kombinasi sejumlah makanan tidak boleh sembarangan karena ada aturannya. Salah satu aturan yang paling sering digunakan yaitu:
●Protein tidak boleh dikombinasikan dengan karbohidrat.
●Protein tidak boleh dikombinasikan dengan lemak.
●Karbohidrat tidak boleh dikombinasikan dengan makanan asam.
●Protein tidak boleh dikombinasikan dengan protein lainnya.
●Gula tidak boleh dikombinasikan dengan makanan lainnya.
●Buah dan sayur tidak boleh dikonsumsi secara bersama-sama.
●Buah dan susu hanya boleh dikonsumsi saat perut dalam kondisi kosong.
Kombinasi makanan itu juga harus memperhatikan nilai pH. Sebab, pH memberikan informasi mengenai seberapa tinggi kadar asam dan basa di dalam tubuh Anda. Nilai pH 0 berarti kondisi sangat asam, sedangkan pH 14 berarti sangat basa. Sementara itu, kadar yang netral adalah pH 7.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.