TIMELINES.ID- Psikoterapi adalah salah satu metode terapi untuk menangani pasien dengan masalah kejiwaan, seperti depresi, stres berat, dan gangguan kecemasan. Psikoterapi juga mencakup terapi bicara, di mana terapis akan mengajak pasiennya untuk membicarakan permasalahan yang dialami.

Adapun sejumlah manfaat psikoterapi adalah membantu pasien mengelola emosi dan belajar membentuk perilaku positif dalam menghadapi permasalahan yang dialami. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang psikoterapi, mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Psikoterapi?

Psikoterapi adalah salah satu metode terapi yang dilakukan untuk menangani berbagai macam masalah kejiwaan. Psikoterapi umumnya dilakukan di bawah arahan, bimbingan, dan observasi dari psikiater, psikoterapis, konselor, atau terapis.

Tujuan psikoterapi adalah untuk membimbing pasien dalam meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengenali permasalahan diri sendiri serta membentuk perilaku yang positif dalam menghadapi masalah.

Baca Juga  Tiba di Hanoi, Skuad Garuda Jalani Latihan Pemulihan Kondisi

Psikoterapi biasanya bersifat rahasia, di mana hanya ada pasien dan terapis dalam satu ruangan. Terapis yang bekerja sudah memiliki sertifikasi kompetensi untuk memberikan terapi yang diperlukan kepada pasien.

Selama sesi terapi berlangsung, terapis akan memulai diskusi tentang emosi, pikiran, atau latar belakang kehidupan yang mungkin membuat pasien mengalami gangguan mental.

Kondisi Psikologis yang Membutuhkan Psikoterapi

Psikoterapi adalah terapi yang diperuntukkan bagi seseorang dengan masalah psikologis atau seseorang dengan gejala yang merujuk pada gangguan mental, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya ataupun orang di sekitar. Adapun kondisi yang dimaksud adalah seperti:

●Gangguan kecemasan: Obsessive compulsive disorder (OCD), fobia, dan Post-trauma stress disorder (PTSD).
●Gangguan mood: Seperti depresi dan gangguan bipolar.
●Kecanduan Alkohol atau ketergantungan obat.
●Gangguan makan: Anoreksia atau bulimia.
●Gangguan perilaku: ADHD, conduct disorder, gangguan disosiatif, dan lain-lain.
●Perilaku negatif: Mudah marah dan bersikap agresif yang merugikan.
●Perubahan kebiasaan: Emotional eating dan perubahan pola tidur.
●Suicidal tendencies: munculnya kecenderungan atau keinginan untuk bunuh diri.

Baca Juga  Persija Tak Puas Dengan Raihan Hasil Imbang

Selain kondisi di atas, psikoterapi juga bisa ditujukan bagi orang-orang dengan gejala yang merujuk pada kondisi tekanan berat atau trauma psikologis, seperti rasa sedih dan putus asa yang berlebihan, sulit berkonsentrasi dan berpikir positif akibat terlalu cemas, dan kesulitan mengungkapkan emosi.

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling

Psikoterapi dan konseling adalah jenis terapi yang sama-sama bertujuan untuk mendukung kesehatan mental dan menangani masalah psikologis. Lalu, apa yang membedakan psikoterapi dan konseling?

Seperti yang dijelaskan di atas, psikoterapi adalah terapi yang melibatkan interaksi mendalam antara terapis dan pasien dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan pasien yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan mental.

Oleh karena itu, psikoterapi memiliki proses yang panjang. Dengan psikoterapi, pasien akan dibimbing dan diharapkan bisa mengembangkan dirinya menjadi lebih positif.

Baca Juga  Rekomendasi Item Roger Mobile Legends 2023, Mode Hyper Cocok untuk Push Rank

Di sisi lain, konseling memiliki proses yang lebih singkat karena tujuan dari konseling adalah membantu pasien dalam memecahkan masalah yang sedang dialami, mengembangkan diri secara optimal, serta memelihara kesejahteraan mental pasien.

Jenis-Jenis Psikoterapi

Ada banyak jenis psikoterapi yang dapat dilakukan oleh terapis. Jenis terapi pun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jenis-jenis psikoterapi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) adalah terapi yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mengubah pola pikir, perilaku, dan emosi yang menjadi penyebab dari masalah kesehatan mental pasien.