Oleh: Winda Puspita Sari

OPINI, Sejatinya pendidikan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia.

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai pengetahuan dan dapat digunakan sebagai pengembangan potensi yang dimiliki oleh individu melalui proses pengajaran atau pelatihan.

Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang sama sebagaimana sudah tertera  di Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta melangsungkan sistem pendidikan nasional yang mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dan akhlak mulia untuk mencapai tujuan negera dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan yang dapat dilangsungkan berupa pendidikan formal atau yang biasa dikenal dengan sekolah.

Sekolah diartikan sebagai tempat yang lebih efektif untuk mendapatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Merawat Kedamaian Bangsa

Sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, setiap orang berhak mendapatkan akses pendidikan yang sama tanpa adanya pembedaan yang melegitimasi sehingga memunculkan sebuah kastanisasi pada sekolah.

Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi yang masih banyak terjadi kastanisasi terhadap sekolah-sekolah tertentu. Kastanisasi yang terjadi di daerah Bangka Belitung yaitu adanya sekolah favorit dan sekolah biasa.

Pembedaan kedua jenis sekolah tentunya menjadi permasalahan yang cukup signifikan sebab hal ini tidak selaras dengan yang telah diamanatkan oleh UUD Tahun 1945.

Oleh karenanya perlu diketahui apa yang menjadi penyebab kastanisasi terhadap sekolah serta upaya apa yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan kastanisasi.

Baca Juga  Secangkir Kopi, Seruputan Penuh Arti dengan Diksi yang Menginspirasi

Sekolah favorit merupakan salah satu bentuk kastanisasi yang dikonstruksi oleh masyarakat.

Pemaknaan sekolah favorit kerap ditunjukkan pada sekolah-sekolah yang memiliki kualitas yang lebih unggul.

Bangka Belitung menjadi salah satu daerah dengan tingkat kastanisasi yang cenderung tinggi.

Masyarakat merasa bangga apabila anak mereka masuk dan bergabung dalam sekolah favorit bahkan tidak jarang mereka melakukan kecurangan dengan istilah “beli kursi” agar anak mereka dapat duduk dibangku sekolah favoit dan dianggap sebagai anak yang berkualitas.