Sekolah favorit  dikenal sebagai sekolah yang diisi oleh orang-orang yang pintar dan berada pada status sosial ekonomi yang jauh lebih baik.

Hal ini bertolak belakang dengan sekolah biasa yang cenderung diisi oleh peserta didik pada kalangan status ekonomi yang kurang baik sehingga peserta didik merasakan tekanan dalam diri yang membuat mereka tidak mampu mencapai pembelajaran yang jauh lebih baik.

Permasalahan kastanisasi ini juga membuat kualitas serta sistem pengajaran di sekolah favorit dan sekolah biasa cenderung berbeda sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berbeda pula.

Oleh karenanya, tidak jarang peserta didik yang berasal dari sekolah biasa terlibat pada kenakalan remaja seperti merokok, meminum alkohol, serta mengonsumsi narokoba.

Baca Juga  Problematika Sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru

Adanya kastanisasi pendidikan membuat peserta didik yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang sama dan merata menjadi terhambat sebab terjadi kesenjangan sosial sehingga menimbulkan permasalahan baru yaitu sumber daya manusia yang berkualitas hanya berada di titik tertentu.

Berdasarkan pernyataan yang telah diuraikan di atas, kastanisasi pendidikan dapat diatasi agar peserta didik mendapatkan akses pendidikan yang sama.

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kastanisasi ini ialah menghadirkan sistem zonasi bagi setiap sekolah.

Sistem zonasi diperuntukkan agar tidak lagi terjadi kastanisasi sekolah agar semua peserta didik mendapatkan pembelajaran dan kualitas pendidikan yang sama.

Sistem zonasi merupakan sistem pembagian sekolah dengan jarak yang dekat hal ini diperuntukkan agar peserta didik tidak lagi menempuh jarak perjalanan yang jauh yang membuat letih dan kehilangan semangat belajar.

Baca Juga  Eko Telah Pergi, namun Mimpi-Mimpinya Tetap Tinggal di Bumi Serumpun Sebalai

Selain melakukan sistem zonasi, pemerintah juga harus melakukan peningkatan kualitas tenaga pengajar agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkulitas dan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu juga, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah tentunya untuk menghilangkan budaya “beli kursi”.

Sistem zonasi saat ini juga masih mengalami pro dan kontra akan tetapi masyarakat juga patut memahami maksud dan tujuan diberlakukannya sistem zonasi agar tidak terjadi lagi kesenjangan sosial.

Winda Puspita Sari, Mahasiswi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung