Oleh: Angga

OPINI, Flexing adalah istilah populer yang digunakan untuk menyiratkan menunjukkan atau memamerkan sesuatu yang dimiliki atau dilakukan seseorang dengan tujuan untuk menunjukkan keunggulan atau status sosial tertentu.

Istilah ini seringkali digunakan dalam konteks media sosial, di mana seseorang menunjukkan kemewahan, barang-barang mewah, keahlian, atau pencapaian mereka dalam rangka menunjukkan bahwa mereka lebih baik atau lebih berharga dari orang lain.

Dalam konteks yang lebih umum, flexing juga dapat digunakan untuk menyiratkan perbuatan memamerkan sesuatu dalam kehidupan nyata, seperti mobil atau rumah yang mahal, pakaian yang mewah, atau gaya hidup yang glamor.

Dan kita lihat di medsos terutama yang menjadi wadah untuk menyalurkan hasrat berflexing harta bagi orang-orang yang memiliki jabatan strategis di berbagai instansi, dan kini menjadi boomerang untuk mereka sendiri ketika reaksi dari netizen yang merasa itu tidak sesuai dengan pendapatan jabatan mereka.

Baca Juga  Pilkada Bangka 2025: Pertarungan antara Pemilih Rasional dan Pemilih Pragmatis

Sehingga saya percaya bahwa flexing pendidikan jauh lebih keren daripada flexing harta karena alasan berikut:

1. Pendidikan adalah investasi jangka panjang: Sementara harta bisa hilang atau habis dengan cepat, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak dapat diambil oleh siapa pun.

Flexing pendidikan menunjukkan bahwa seseorang telah mengambil waktu dan usaha untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berharga, yang dapat membantu mereka mencapai kesuksesan jangka panjang.