BANGKA BELITUNG, TIMELINES1.COM – Sektor Pertambangan timah saat ini masih mempengaruhi 60 hingga 70 persen perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

 

Sehingga dinilai hasil bumi yang terkandung di Provinsi Babel ini harus dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi.

“Saat ini sektor pertambangan timah hampir mengusai 60-70% perekonomian Babel. Kami (DPRD) sebagai wakil rakyat ingin timah ini dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Babel,” ungkapnya, saat menghadiri diskusi Forkopimda Provinsi Kepulauan Babel bersama Bupati dan Walikota, pelaku usaha industri timah, tokoh masyarakat dan beberapa Stake holder terkait dalam Perumusan Kebijakan terkait pertambangan Timah di wilayah Babel, di ruang pertemuan Pasir Padi kantor Gubernur, Sabtu (18/2/23).

Baca Juga  Dua Unit Mobil Damkar Rusak, Sekda Bangka Sebut Belum Ada Rencana Pengadaan

Diceritakannya, bahwa dalam sejarahnya timah di pulau Bangka dan Belitung telah ada sejak tahun 1700-an sejak kesultanan Palembang, dan dalam perjalannya juga sudah mengalami beberapa kali perubahan kuasa pengelolaan timah.

 

Berbagai persoalan pun terus muncul dari masa ke masa, dan seiring berjalannya waktu timah di Kepulauan Babel mulai berperan penting dalam perputaran roda perekonomian di bumi Serumpun Sebalai.