Kasus Stunting di Kabupaten Bangka Terus Menurun
BANGKA, TIMELINES.ID – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka menggelar evaluasi dan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di Resto & Cafe La Mary’s di Hotel Pesona Bay Sungailiat, Senin (11/12/2023).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangka, Muhammad Jumani mengatakan dari hasil Survelensi Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) prevelensi stunting di Kabupaten Bangka tahun 2022 sebesar 1,34 persen dan turun menjadi 1,27 pada Febuari 2023.
Menurut dia, berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 prevelensi stunting nasional sebesar 24,4 persen turun menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Kendati demikian Jumani mengatakan angka stunting ini masih tinggi bila dibanding target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 sebesar 14 persen.
“Kabupaten Bangka, berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menyatakan prevalensi stunting pada balita sebesar 17,5 persen. Dan menurun sebesar 16, 2 persen pada tahun 2022,” ujar Jumani.
Menurutnya upaya Pemerintah Kabupaten Bangka dalam intervensi penurunan stunting adalah melalui aksi konvergensi dan harapan ya koordinasi merupakan salah satu upaya percepatan penurunan stunting.
“Kita (Pemkab Bangka -red) melalui kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga nonpemerintah dan masyarakat,” kata Jumani.
Dia berharap melalui rapat koordinasi ini akan disampaikan hasil intervensi dan juga evaluasi terhadap permasalahan dan kasus Stunting yang masih ada, agar kiranya tidak semakin buruk dan segera dapat ditangani dengan baik dan benar.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.