Oleh: Selvia Heryati, S.Pd

Berbicara tentang ibu adalah berbicara kata yang kompleks maknanya.

Secara etimologi, dalam KBBI ibu adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak.

Akan tetapi, sebutan Ibu tak hanya bagi wanita yang telah melahirkan anak, tapi juga sapaan untuk wanita yang sudah bersuami.

Ibu sebagai sosok perempuan hebat, mulia dan cantik jelita memiliki hati yang seluas samudra. Ia yang akan selalu berada di garda terdepan bagi anak-anaknya, bahkan tak pernah ia membiarkan anaknya sendirian walau sudah berkeluarga sekalipun.

Jika ada pepatah “Kasih Ibu Sepanjang Masa” maka dapat didefiniskan bahwa perjuangan seorang ibu memang luar biasa.

Walaupun ia marah, ia tak akan tega untuk berlama-lama memarahi anaknya. Kasih tulus yang selalu ia berikan menjadikan ia seorang perempuan yang mulia.

Baca Juga  Peran Pembiasaan Kegiatan Ibadah Ramadan dalam Menanamkan Pendidikan Karakter pada Siswa

Karena keistimewaan yang dimiliki oleh seorang Ibu, maka ditetapkan sebuah hari untuk kembali mengingat perjuangan seorang Ibu yaitu Hari Ibu.

Hari Ibu diperingati pada 22 Desember setiap tahunnya. Hari Ibu ini digagas dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada 22-27 Juli 1938 di Bandung yang kemudian dalam kongres tersebut hari Ibu ditetapkan pada 22 Desember berdasarkan Kongres Perempuan I di Yogyakarta yang dilaksanakan pada 22-25 Desember 1928.

Kongres ini digelar sebagai lambang kebangkitan dan perjuangan kaum perempuan. Kongres pertama yang digelar tersebut terinspirasi dari perjuangan kaum perempuan melawan para penjah terdahulu.