Kongres Perempuan yang menjadi dasar ditetapkannya hari Ibu ini membuat kita memahami subtansi hari Ibu yang terkandung perjuangan dan kebangkitan bagi perempuan.

Bagaimana tidak disebut sebagai perjuangan, seorang Ibu rela berkorban banyak hal dalam kehidupannya. Baik itu waktu, tenaga, maupun pikirannya demi membahagiakan manusia-manusia yang ada di dalam lingkar kehidupannya.

Jadi, saat ini  hari Ibu banyak dijadikan sebagai momentum untuk memberikan penghargaan kepada Ibu atas berbagai peran yang telah dilakukannya.

Akan tetapi, merayakan penghargaan kepada Ibu bisa dilakukan setiap Hari bukan? Tak terbatas pada tanggal 22 Desember saja, karena setiap hari adalah hari Ibu.

Ibu yang memiliki banyak peran berarti di dalam hidup kita. Ibu melakukan berbagai pekerjaan sekaligus yang tak bisa kita lakukan. Ibu mengerjakan pekerjaan rumah, ibu melahirkan anak, ibu mengasuh anak, ibu bekerja membantu ayah, ibu memutar otak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Tak ada habisnya jika berbicara mengenai peran seorang Ibu.

Baca Juga  Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Produksi Sabun sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Desa Kapit

Jadi, jika merayakan hari ibu hanya sebatas pada pemberian ucapan dan hadiah, rasanya tak sebanding dengan berbagai peran yang telah dilakukan Ibu.

Seorang Ibu yang selalu lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, terkadang juga membuatnya lupa akan hak-hak yang seharusnya juga Ia dapatkan.

Oleh karena itu, tugas kita adalah memastikan bahwa ibu juga dapat merasakan hal yang sama, memperoleh hak-haknya secara adil, sebagaimana ia memastikan kita tercukupi dan bahagia.

Nyata adanya bahwa kasih Ibu tidak pernah lekang oleh waktu. Selamat Hari Ibu untuk seluruh Ibu hebat di luar sana.

Selvia Heryati, S.Pd, Guru SMPN 1 Toboali