Karya: Arif

Ibuku pahlawanku.

Iya ibuku adalah pahlawan dalam hidupku, dan sekaligus Wonder Woman bagi hidupku.

Semenjak orang tuaku berpisah tepat di usia ku yang kedua tahun, aku dibesarkan oleh ibuku.

Semenjak itulah aku menjalankan hidupku bersama ibuku, kakak perempuanku, dan juga saudara laki-lakiku.

Iya aku dibesarkan oleh seorang ibu.

Ibuku yang bekerja keras banting tulang demi untuk memenuhi kehidupanku dan juga saudaraku.

Dengan keadaan seperti ini, ibuku mau tak mau harus mencari pekerjaan untuk menghidupi kebutuhan kami sehari-sehari.

Ibuku rela bekerja menjadi seorang petani karet, yang berangkat kerja dari jam 04.00 Wib subuh sampai pulang jam I6.00 Wib sore.

Baca Juga  Profil Taufil Ismail Penyair Puisi Terkenal Indonesia

Ibuku rela bekerja sehari-harian dari pagi ke sore demi untuk menghidupi kebutuhan kami.

Ia tak ingin melihat anak-anaknya kelaparan. Walaupun begitu ia tak pernah mengeluh kepada kami.

Ia selalu tabah, dan sabar dalam menghadapi kami walaupun kami kadang suka merepotkannya.

Tapi ia tak pernah merasa terbebani oleh kami, karena ia sangatlah menyayangi kami dengan setulus hati dan ikhlas. itulah sosok seorang ibuku.

ibu ku sudah seperti segalanya bagiku. Ibuku juga adalah sekaligus ayahku.

Ibuku memiliki dua peran dalam hidupku, yaitu sosok seorang ibu dan juga bisa menjadih sosok seorang ayah bagiku.