BANGKA, TIMELINES.ID – Puluhan karyawan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Sungailiat menggelar aksi demo di halaman rumah sakit, Rabu (27/12/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Para karyawan memprotes kebijakan manajemen yang terkesan tidak transparan, sepihak dan tidak manusiawi dalam menetapkan mutasi.

Aksi demo ini terkait imbas pemutusan hubungan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan RSBT Sungailiat yang berimbas pada kekuatan perusahaan untuk membayarkan hak-hak karyawan hingga desakan para karyawan menuntut 4 poin tentang kebijakan manajemen PT Bakti Timah Medika (BTM).

Koordinator Lapangan Aksi Demo, Reisa Putri Pratiwi mengatakan manajemen terkesan tidak profesional dalam menentukan 130-an karyawan yang dimutasi di sejumlah tempat seperti Kabupaten Karimun, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat hingga ke Kabupaten Belitung.

Baca Juga  Sepanjang Tahun 2022, Ada 5.742 Ibu Hamil di Kabupaten Bangka

“Tidak ada transparasi proses mutasi ini. Terkesan dipilih atas dasar like and dislike. Yang dekat sama pihak manajemen posisinya aman. Tidak dengan kami yang dikorbankan harus dimutasi kemana mana,” kata Reisa.

“Mereka (manajemen-red) tidak ada penjelasan secara tertulis kalau mutasi ini hanya sementara waktu. Ini yang kami ragukan jangan jangan kami hanya dikambing hitamkan untuk dibuang terkait permasalahan yang terjadi,” tudingnya.

Selain itu, beberapa karyawan yang mengajukan cuti di luar tanggungan selama pemutusan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan RSBT Sungailiat tidak mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan. Sehingga hal tersebut menjadi tanda tanya besar bagi para karyawan terimbas tentang proses mutasi yang terkesan dipaksakan.

Baca Juga  Geger, Kakek 63 Tahun Tewas Diterkam Buaya saat Ngelimbang Timah di Sungaiselan

“Kami paham kalau pemutusan kerja sama ini berimbas pada kekuatan perusahaan untuk membayar hak kami. Tapi anehnya, ketika kami mengajukan cuti di luar tanggungan perusahaan seharunya lebih dimudahkan dalam membayar beban. Tapi mengapa tidak di-ACC juga hingga saat ini dengan alasan kebutuhan,” tanya Reisa.

Aksi unjuk rasa puluhan karyawan RSBT Sungailiat, Rabu (27/12/2023). Foto: Zuesty Novyanti

Ada beberapa poin tuntutan yakni transparansi proses seleksi mutasi karyawan, kejelasan tertulis mengenai jangka waktu mutasi, cuti di luar tanggungan, fasilitas dan tunjangan dinas luar hingga pesangon utuh bagi karyawan yang memilih berhenti bekerja, merombak manajemen yang tidak profesional.