TIMELINES.ID- Pemeriksaan visus atau ketajaman penglihatan secara umum dapat menggunakan teknik sederhana secara manual dengan menggunakan bagan yang berisi tanda, gambar, atau huruf, seperti Snellen chart. Pemeriksaan ini dapat pula digunakan menggunakan alat otomatis berupa autorefraktometer.

Pemeriksaan visus mata adalah evaluasi atau pengukuran kemampuan penglihatan seseorang. Tujuannya untuk menilai sejauh mana seseorang dapat melihat objek dengan jelas, baik dari dekat maupun jarak jauh.

Pemeriksaan visus mata melibatkan penggunaan tabel Snellen atau grafik dalam berbagai ukuran. Hasilnya dapat membantu menentukan apakah seseorang memiliki masalah penglihatan atau butuh koreksi penglihatan, seperti kacamata atau lensa kontak.

Ketahui waktu yang tepat untuk melakukan visus mata pada anak dalam artikel ini: Catat, Ini Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan Mata Anak.

Baca Juga  8 Gejala Glaukoma, Pengelihatan Tiba-tiba Kabur Salah Satunya

Tes Visus Mata Snellen Chart

Snellen chart atau grafik mata berguna untuk mengukur seberapa baik penglihatan seseorang dalam jarak tertentu. Prosedur ini ditemukan oleh Herman Snellen, dokter mata asal Belanda pada tahun 1862 untuk rekannya, Dr. Franciscus Donders.

Dr. Donders melakukan pemeriksaan mata dengan meminta orang-orang melihat grafik di dinding dan menjelaskan apa yang dapat mereka lihat. Dr. Snellen membuat bagannya dengan skala geometris untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang.

Bagan yang dibuat oleh Dr. Snellen itu memiliki 11 baris huruf kapital, yang dikenal sebagai optotipe. Di bagian atas grafik hanya ada satu huruf, yaitu huruf “E” besar. Saat bergerak ke bawah baris grafik, huruf-hurufnya secara bertahap menjadi lebih kecil.

Baca Juga  9 Langkah Pengobatan Rabun Dekat atau Hipermetropi