BRIN-Kementerian ESDM Siapkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan dan Pencadangan Negara
JAKARTA, TIMELINES.ID– Transisi energi untuk memenuhi tuntutan NZE (Net Zero Emission) menjadi agenda nasional sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki kemampuan untuk melakukan riset berkaitan mineral radioaktif, logam tanah jarang, dan mineral lainnya.
Mulai dari menginventarisasi, teknologi untuk mengeksplorasi, serta menemukan sumber daya mineral khususnya uranium, torium dan mineral ikutannya. Termasuk logam tanah jarang (LTJ), hingga pengolahan mineral tersebut menjadi komoditas yang bernilai ekonomis.
Dilansir dari Infopublik.id, BRIN melalui Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) menjalin kerja sama dengan Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BG KESDM). Kerja sama ini berupa Inventarisasi, Eksplorasi, dan Penyiapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Wilayah Pencadangan Negara (WPN) Mineral Radioaktif, Logam Tanah Jarang, dan Mineral Lainnya.
Syaiful Bakhri Kepala PRTDBBNLR BRIN dalam wawancara selepas penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat Korundum PSDMBP KESDM Bandung Jawa Barat, Jumat (5/1/2024) lalu menyampaikan, kemampuan ini bisa disinergikan dengan KESDM baik dari sisi sumber daya manusia, dari sisi infrastruktur maupun dari sisi hilirisasi hasil riset.
“Riset yang sudah kita lakukan dalam eksplorasi mineral radioaktif sejauh ini, termasuk penerapan metodologi yang sudah kita kuasai. Wilayah mana yang mengandung uranium, torium, dan mineral ikutan lainnya sebagai mineral strategis. Hal itu bisa kita sampaikan kepada KESDM selaku pihak yang berwenang sebagai walidata mineral, batubara, dan panas bumi,” tutur Syaiful dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN di Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Melalui kewenangannya, Syaiful menyebut KESDM akan menyiapkan WIUP, dan WPN untuk mineral tertentu, pada wilayah yang potensial memiliki potensi ekonomis. Lebih lanjut dirinya menuturkan untuk sisi SDM, PRTDBBNLR BRIN memiliki para periset dengan kemampuan di bidang geologi nuklir dan pengolahan mineral radioaktif.
Para periset menggunakan teknologi nuklir untuk mengetahui potensi mineral baik uranium, torium, dan mineral lainnya yang berasosiasi dengan mineral radioaktif tersebut. Para periset juga konsen untuk menginventarisasi berbagai sumber daya tersebut yang ada di Indonesia.
“Itulah memang yang menjadi kekuatan SDM periset kita, PRTDBBNLR BRIN sebagai satu-satunya pusat riset yang memiliki kompetensi. Dalam melaksanakan riset di bidang geologi nuklir dan penerapan teknologi nuklir dalam bidang geologi,” tutur Syaiful.
Syaiful menyampaikan, terdapat dua kelompok riset di PRTDBBNLR yang terlibat dalam kerja sama ini. Kelompok Riset (Kelris) Teknologi Geologi Nuklir menggunakan teknologi nuklir untuk mencari uranium dan torium. Kelris ini berusaha untuk menginventarisasi potensi dan sumber daya uranium dan torium di Indonesia, yang juga menghasilkan data potensi dan sumberdaya mineral lainnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.