BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Sudah sekitar tujuh kali pada awal tahun 2024 ini banjir bandang merendam rumah dan pemukiman masyarakat di daerah Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Bangka Belitung (Babel).

Bahkan, ketinggian air di beberapa titik mencapai leher orang dewasa. Kondisi ini membuat sejumlah masyarakat mengaku resah. Pasalnya, di daerah itu sudah dibangun kolong retensi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan selesai dikerjakan akhir 2023 lalu.

Bukan sedikit biaya yang dikucurkan di dalam proyek tersebut, tetapi miliaran rupiah. Namun hingga kini warga sebut belum mendapatkan dampak positif. Keresahan itu disampaikan Yulia, salah satu masyarakat yang bermukim di Kampung Ulu, Kecamatan Mentok.

Baca Juga  Tanggulangi Banjir di Kampung Ulu Mentok, Pemkab Babar akan Gandeng Balai Wilayah Sungai Babel

Kepada wartawan, Minggu (21/1/2024) pagi, nenek berusia 60 tahun itu berujar setelah kolam retensi selesai dibangun, warga berharap dapat merasakan dampak yang nyata dalam mengurangi risiko banjir di wilayahnya. Namun yang dirasakan malah sebaliknya.

“Bulan ini saja sudah sekitar tujuh kali banjir, kemarin sempat setinggi leher orang dewasa. Sebelum ada kolong retensi itu, kami tidak pernah sampai seperti ini, malah setelah kolong itu ada banjir makin menggila,” ungkap Yulia kepada sejumlah awak media.

Dia harap agar ke depan bencana banjir di wilayah Kampung Ulu mendapatkan solusi yang baik. Sehingga warga bisa merasakan hidup yang tenang selama musim penghujan. Tidak ada lagi banjir yang melanda sehingga membuat warga tidak tenang pada malam hari.

Baca Juga  71.213 Kendaraan di Belitung Timur Nunggak Pajak di Tahun 2024