PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengakui banyaknya pengurangan anggaran di tahun 2024 ini karena disebabkan oleh dana bagi hasil (DBH) yang berkurang dan tidak adanya dana insentif daerah (DID) untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel.

“Secara anggaran di 2024 ini banyak berkurang karena dana bagi hasil (DBH) di Belitung yang banyak kurangnya hampir Rp 100 miliar,” kata Kepala Bappeda Babel, Fery Insani saat ditemui Timelines.id diruang kerjanya, Rabu (24/1/2024).

Ia mengatakan DBH itu komponen dari dana bagi hasil sumber daya pertambangan umum (DBHSDPU) yang merupakan komponen dana alokasi umum (DAU) di mana penggunaanya untuk belanja daerah.

Baca Juga  Waduh! Wanita Cantik asal Pangkalpinang ini Ternyata Pengedar Sabu dan Ekstasi

“DBHSDPU itu berkurang, dulu di tahun kemarin DBHSDPU kita Rp 185 miliar dan di 2024 ini hanya Rp 91miliar dan Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2023 lalu ada Rp 52 miliar sekarang tidak ada lagi di 2024 sehingga banyak pengurangan anggaran di Pemprov Babel,” terang Fery.

Menurut Fery jumlah penerimaan DAK juga berkurang berkisar Rp 200 jutaan. Pengurangan Itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) kemungkinan dari kinerja Pemprov Babel sehingga Pemprov Babel melakukan pengurangan perjalanan dinas dan membatasi belanja yang dianggap tidak prioritas meski sebenarnya prioritas semua.