KESEHATAN, TIMELINES.ID– Setelah olahraga, biasanya hal yang dilakukan adalah minum dan duduk beristirahat. Bagi perokok, mungkin rokok langsung diisap sambil menikmati waktu istirahat.

Padahal, kebiasaan merokok setelah olahraga itu sepenuhnya salah dan membuat latihan fisik yang dilakukan sebelumnya menjadi sia-sia. Berbagai masalah kesehatan justru dapat mengintai.

Bahkan, merokok setelah berolahraga juga bisa memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi fungsi paru-paru, gangguan fungsi otak, hingga gangguan kardiovaskular. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Memengaruhi Fungsi Paru-Paru

Setelah berolahraga, tubuh akan membutuhkan oksigen lebih banyak untuk mendukung proses pemulihan. Karena itu, pernapasan biasanya menjadi lebih cepat dan disertai dengan peningkatan detak jantung setelah seseorang selesai berolahraga.

Baca Juga  Bertanding Dini Hari Nanti, Tim U-23 Indonesia Optimistis Redam Korea Selatan

Jika dalam kondisi tersebut tubuh menghirup asap rokok, saluran udara di paru-paru akan menyempit sehingga membuat seseorang kesulitan bernapas. Akibatnya, kadar oksigen di dalam darah akan menurun.

2. Lemas

Karena dapat mengurangi kadar oksigen di dalam darah, merokok setelah olahraga juga dapat membuat seseorang merasa lemas dan kelelahan selama masa pemulihan. Hal ini bisa terjadi karena kekurangan oksigen dapat menghambat proses pengolahan energi di dalam tubuh.

3. Menurunkan Kadar Hormon Testosteron

Secara umum, olahraga dapat memicu peningkatan kadar hormon testosteron yang bisa membantu proses pembentukan otot tubuh. Namun, kebiasaan merokok setelah olahraga justru bisa menurunkan kadar hormon testosteron sehingga turut menghambat pembentukan otot di dalam tubuh. Pasalnya, mengisap rokok dapat merusak sel-sel yang berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron di dalam tubuh.

Baca Juga  10 Manfaat Olahraga Teratur bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani