BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Angka pengendalian Inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terendah dibandingkan Provinsi se Indonesia.

Adapun besarannya yakni 4,94 persen, angka tersebut dibawah 5 persen rata-rata Inflasi Nasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasinya kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan angka terendah untuk pengendalian inflasi.

“Dari hasil data yang ada di Kemendagri, Badan Pusat Statistik, angka terendah untuk pengendalian inflasi provinsi, itu adalah Kepulauan Bangka Belitung. Terima kasih banyak untuk Pak Ridwan Djamaluddin, hormat saya pak, Babel telah berapa kali bisa mempertahankan dengan baik angka 4,94%,” ungkap Mendagri.

“Pak Ridwan konsisten terjaga di bawah 5%, Kota Pangkalpinang juga baik 4,68%. Sebetulnya kita ingin tahu resepnya, bagaimana Bangka Belitung bisa mengendalikannya,” tambahnya lagi.

Baca Juga  Bangka Belitung Pewaris Nilai Toleransi dan Pluralisme

Hal tersebut diungkapkan Mendagri Tito Karnavian pada rapat mingguan Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2023 secara Virtual melalui Aplikasi Zoom, di Ruang Vidcon Gubernur Babel, Senin (27/2/23).

Dirinya juga mengungkapkan Kabupaten Merauke sebagai Kabupaten dengan tingkat inflasi terendah di seluruh Indonesia, yakni 4,41%. Sementara provinsi dengan tingkat inflasi di atas rata-rata nasional 5,28%, adalah provinsi Bengkulu 6% yang rangkingnya turun sama dengan minggu sebelumnya, sedangkan Kota yang tertinggi tingkat inflasinya adalah Kota Bukit Tinggi dengan 7,17%, dan Kabupaten tertinggi adalah Kabupaten Banyumas 6,16%.

Dalam rapat, Mendagri memaparkan arahan Presiden Jokowi sebagai hasil rapat pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Balikpapan 23 Februari 2023.

Baca Juga  Hari Ini, Pemulangan Tahap II Para WNI Dari Sudan Telah TIba di Indonesia

Pertama, peningkatan konsumsi dan belanja masyarakat dengan memanfaatkan event-event seni dan olahraga, mempermudah perijinan dan promosi desa wisata.

Kedua, hilirisasi produk.