KAJIANISLAM, TIMELINES.ID– Dalam diri manusia terdapat sebuah organ yang sangat berperan dalam memengaruhi hidup seseorang, yaitu hati. Hati diibaratkan seperti raja yang punya kuasa penuh dalam memberikan perintah pada anggota tubuh lain.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari)

Mengingat begitu pentingnya peran hati dalam diri manusia, maka perlu ada upaya untuk merawat stabilitas hati agar tetap tenang. Hati yang tidak stabil akan melahirkan ragu, bingung, galau, dan hampa sehingga merasa hidup ini seolah tidak bermakna.

Baca Juga  Membaca Ulang Kisah Nabi Yusuf (Bagian 4): Rumah yang Menumbuhkan Rasa

Syaikh Nawawi Al-Bantani menyatakan bahwa hati yang dilanda kebingungan atau kegalauan bisa dihilangkan dengan 3 hal. Pernyataan ini disampaikan Syaikh Nawawi dalam kitab Nashaihul Ibad (Semarang: Karya Thoha Putra, tt,h. 11) dengan mengutip qaul sebagian ahli hikmah, yaitu mereka yang punya kemampuan menjadi “dokter hati”.

1. Berdzikir
Berdzikir atau mengingat Allah menjadi obat utama dan pertama dalam mengusir kebingungan atau kegalauan yang menerpa hati. Dengan berdzikir hati akan menjadi tenang, hal ini sebagaimana Allah tegaskan melalui firman-Nya dalam Surat Ar-Ra’d: Ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Baca Juga  Gebetan Tolak Ungkapan Cinta Kamu, Cek Lima Tanda Ini Untuk Lihat Si Doi Nyesal Atau Tidak