Peluang dan Risiko AI terhadap Masa Depan Dunia Kerja
Oleh: Fayiz Dega Adriansah
Artificial Intelligence (AI) atau sering disebut sebagai kecerdasan buatan merupakan simulasi kecerdasan manusia yang diterapkan ke dalam sistem komputer atau perangkat lainnya, sehingga perangkat AI ini punya cara berpikir seperti manusia atau meniru kecerdasan manusia.
Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sudah menjadi bagian integral dari banyak sektor industri, mulai dari industri kimia, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri elektronika, industri farmasi, industri alat Kesehatan, serta industri Makanan dan Minuman.
Tujuan diciptakannya Artificial Intelligence yakni untuk membuat teknologi yang mampu bisa meniru aktivitas kognitif manusia, misalkan cara belajar (learning), mengoreksi diri (self correction) penalaran (reasoning), pengambilan keputusan (decision making).
Artificial Intelligence juga sudah membuka peluang baru serta menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya tidak pernah ada. Misalnya profesi seperti spesialis data, insinyur kecerdasan buatan/Artificial Intelligence, dan analis machine learning yang merupakan hasil langsung dari kemajuan pada kecerdasan buatan.
Terdapat kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan pekerjaan manusia, terutama dalam tugas pekerjaan yang berulang atau hanya memerlukan sedikit keterampilan khusus.
Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa teknologi cenderung menciptakan lebih banyak lapangan kerja daripada menghilangkannya. Misalnya, mesin cetak menggantikan penyalin manual, hal tersebut menciptakan industri percetakan dan penerbitan.
Peluang
Artificial Intelligence bisa membuka peluang baru pada dunia kerja. Dengan kemampuan untuk mengotomatisasi beberapa rutin, Artificial Intelligence bisa membebaskan waktu umat manusia untuk fokus terhadap pekerjaan yang membutuhkan kreativitas serta pemikiran kritis.
Selain itu, kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi asisten digital membantu dalam menciptakan keputusan berdasarkan analisis data yang kompleks dan besar, yang memungkinkan sulit dilakukan oleh umat manusia serta menghindari human error.
Konsistensi dan kecepatan pembelajaran otomatis bagi AI mampu menghasilkan kerja yang konsisten dengan kemampuan untuk belajar serta beradaptasi dari data yang mereka proses. Ini berarti AI bisa meningkatkan kinerja mereka seiring berjalannya waktu, tidak seperti manusia yang terkadang mengalami fluktuasi pada kinerja dalam diri mereka seperti berbagai faktor kesehatan, mood dalam diri manusia atau faktor lainnya.
Risiko
