Cinta Itu, Mengejar Sampai Akhir
Oleh: Muhammad Fadhli, SE
Musim berganti gugur, hujanpun telah mereda. Kini tibalah bulan suci yang di nanti. Seberapa banyak Ramadan berlalu, adakah yang telah maksimal.
Sekali kali tidak, ia berlalu begitu saja seperti bulan bulan lainnya. Oleh karena itu, Ramadhan 1445 Hijriah kali ini, cobalah untuk lebih serius dalam melatih diri, untuk menelisik seberapa pantas kita menggapai milik-Nya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Telah banyak kita mendengar ceramah, ataupun tulisan-tulisan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tidakkah ia sangat pantas untuk diperjuangkan?
Mengejar Lailatul Qadar sampai akhir, bukankah itu cinta yang sesungguhnya?
Allahumma Ballighna Ramadhan
Dan kini kita telah sampai, maka akankah engkau kembali menyia-nyiakannya?
Tidak ada satupun yang membaca tulisan ini bisa menjamin akan bertemu kembali dengan bulan Ramadan berikutnya.
Tidak. Kali ini harus berbeda, ia tak boleh berlalu begitu saja, malam-malamnya.
83 tahun 4 bulan, untuk satu malam yang rahasia. Bukankah itu suatu pertukaran yang adil.
