Oleh: Abil Mulya Jihad Syaifullah, S.Pd

Ramadan merupakan bulan suci penuh berkah yang sangat penting dalam kalender Islam. Bulan ini merupakan bulan di mana umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari ibadah puasa adalah tentang menahan diri dari keinginan duniawi.

Dengan menjalankan ibadah puasa, umat Islam diajarkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan nafsu seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Banyak orang berpuasa selama bulan Ramadan hanya untuk menghindari lapar dan haus. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selama berpuasa.

Mereka tidak takut kehilangan pahala puasanya meskipun mereka melakukan hal-hal yang sia-sia. Mereka telah tergiur dengan berbagai teknologi dan fasilitas canggih, sehingga mereka melupakan tujuan sebenarnya dari berpuasa bulan Ramadan, yaitu sebagai jembatan pendidikan.

Baca Juga  Circle Chart Music Awards 2023 Mengumumkan Nominasi

Bagaimana bulan suci Ramadan dapat dikaitkan dengan Pendidikan? Dengan menjalankan ibadah puasa dan mengikuti ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya, umat Islam dapat meningkatkan kualitas diri mereka sebagai manusia yang baik dan bermanfaat bagi semua.

Dalam pendidikan terdapat kegiatan belajar dan pembelajaran. Di mana belajar tidak memandang dari usia seseorang untuk terus belajar. Dalam pendidikan ada proses yang disebut pembelajaran, belajar merupakan suatu proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang.

Maka dari itu, pendidikan bertujuan untuk membawa perubahan pada diri seseorang ke arah yang lebih baik, baik jasmani, mental dan spiritual dengan menciptakan kondisi yang tepat, jika bersungguh-sungguh dalam belajar.

Bulan Ramadan mendorong seseorang untuk belajar. Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk belajar dibulan Ramadan. Dorongan reward pahala yang banyak, salah satunya seperti meningkatkan amal ibadah pada bulan Ramadan, amal ibadah seseorang akan dilipat gandakan.

Baca Juga  Menjaga Amalan di Awal Ramadan

Maka dari itu seseorang akan lebih rajin beribadah ke masjid atau di rumah jika datang bulan Ramadan. Hal ini merupakan latihan untuk mengubah diri pada aspek sikap sehingga dapat bersikap lebih baik. Selain itu, larangan-larangan yang ada di bulan Ramadan menjadi faktor terjadinya perubahan pada diri seseorang.

Namun yang perlu diingat adalah bulan Ramadan merupakan proses untuk berlatih melakukan perubahan. Latihan tersebut selayaknya akan menjadi kebiasaan dan terbawa setelah selesai bulan Ramadan.

Sebanyak 30 hari di bulan Ramadan merupakan proses mendidik dan belajar hingga akan terlihat keberhasilan proses pendidikan setelah selesai bulan Ramadan.

Proses perubahan pada diri seseorang juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Konsep pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, misalnya tetangga yang sering pergi ke masjid lewat jalan depan rumah mendorong kita untuk ikut juga pergi ke masjid.

Baca Juga  Ramadan dan Ironi Prostitusi: Bukti Rusaknya Sistem Kehidupan

Di bulan Ramadan, semakin banyak orang yang pergi ke masjid sehingga tersuasana untuk ringan pergi ke masjid. Kondisi tersebut merupakan kondisi eksternal yang mendorong seseorang untuk belajar dan mengalami perubahan.

Ramadan sebagai Sarana Pendidikan bagi Peserta Didik

Puasa Ramadan merupakan salah satu sarana pendidikan yang perlu di optimalkan guru di sekolah dalam mendidik peserta didik. Ibadah puasa memberikan edukasi positif bagi sikap spiritual peserta didik di bawah bimbingan dan keteladanan guru maupun seluruh civitas sekolah.

Begitu banyak manfaat pendidikan yang didapatkan di bulan Ramadan. Berikut manfaat Ramadan sebagai sarana pendidikan bagi peserta didik, yaitu: