Penulis dan Gadis Sekapur Sirih
Karya: Heri Suheri,C.IJ.,C.PW., CA-HNR
Di antara gemerlapnya metropolis yang tak pernah terlelap, terdapatlah seorang penulis bernama Bulin. Bulin adalah seorang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan kesibukannya itu sebagai penulis.
Dalam kesehariannya, Bulin banyak berkutat dengan laptop, handphone, kertas-kertas, pena di kamar kecilnya, mencoba mencurahkan segala pemikirannya ke dalam tulisan-tulisannya.
Semenjak dari kecil, Bulin memang sudah memiliki kecenderungan untuk mengekspresikan dirinya (bakat) dalam bentuk tulisan. Ia menulis segala sesuatu yang Ia alami, ia rasakan, dan Ia dengar.
Namun sangat disayangkan, kesibukan Bulin membuatnya semakin jarang berinteraksi dengan lingkungannya.
Bulin telah lama melupakan akan pentingnya memiliki hubungan yang sehat dengan teman-teman dan keluarga.
Bulin lebih memilih menghabiskan waktu sendirian di kamarnya, mengarungi dunia maya dengan cerita-cerita yang ia tulis .
Hingga suatu hari, Bulin bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Pelawan.
Pelawan adalah seorang gadis yang energik, ramah, dan penuh semangat.
Gadis itu, saat itu sedang menggelar sekapur sirih di acara festival yang diadakan di metropolis.
Pelawan menaruh sepotong sekapur sirih di tangan Bulin seraya tersenyum manis.
“Selamat datang di dunia nyata, Bulin.
Jangan terlalu larut dalam kata-kata yang kamu ciptakan di dunia maya, dunia nyata ini juga butuh kehadiranmu”, ucap Pelawan.
