RAMADHAN, TIMELINES.ID– Kedatangan bulan suci Ramadhan dianggap sebagai berkah yang harus disambut dengan sukacita. Sebuah Hadits yang tercantum dalam Kitab Durrotun Nasihin turut memperkuat makna kegembiraan dalam menyambut bulan mulia tersebut.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

“Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Berdasarkan dalil tersebut, begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka.

Bulan ini adalah bulan yang diberkati, bulan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan ini adalah bulan terjadinya peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan di bulan ini juga merupakan bulan dimana pintu maghfirah (ampunan) dibuka selebar-lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya.

Baca Juga  TP PKK dan Bhayangkari Bangka Selatan Gelar Ramadhan Berbagi Door to Door

Bulan suci Ramadhan, bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Dalam puasa, terdapat dua rukun yang menjadikan ibadah puasa Ramdhan dianggap sah. Hal ini penting bagi umat Islam untuk memahami kedua rukunnya sebelum melaksanakan puasa.

Melansir artikel Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan dari NU Online, kedua rukun puasa adalah sebagai berikut:

1. Niat puasa
Niat menempati posisi penting dalam Islam. Hal ini bisa dilihat dari hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sesungguhnya nilai segala amal itu tergantung pada niat yang bersangkutan. Teristimewa ibadah baik wajib maupun sunah. Ibadah mesti diawali dengan niat.

Dalam konteks puasa Ramadhan, niat merupakan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya di dalam niat tersebut. Berikut contoh niat puasa Ramadhan beserta artinya.

Baca Juga  Malam Likur

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ