4 Tips Mengurangi Batuk pada Pasien TBC
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Tuberkulosis atau TBC tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para penderitanya, terutama batuk yang akan sangat menganggu kegiatan sehari-hari.
Dilansir Hellosehat.com, Cara mengurangi batuk pada penderita TBC yaitu minum obat sesuai resep dokter. Jangan berhenti sebelum dokter memastikan bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh hilang.
Beberapa pasien TBC sering kali menghentikan konsumsi obat ketika batuk mulai mereda. Padahal, tindakan ini bisa membuat gejala batuk dan tuberkulosis menjadi lebih lama sembuh.
Untuk mengobati TBC paru, dokter akan memberikan kombinasi antibiotik. Pengobatan ini umumnya diresepkan untuk jangka waktu kurang-lebih enam bulan.
Kombinasi antibiotik yang diberikan seperti isoniazid, rifampisin, pyrazinamide, ethambutol, atau streptomisin.
Kombinasi jenis dan dosis antibiotik tersebut tergantung dari tipe TBC yang menyerang individu, apakah kasus baru, putus obat, TB kelenjar dan sebagainya.
Ketika obat dikonsumsi dengan baik sesuai resep dokter, gejala TBC akan mereda dengan sendirinya. Namun, jika kondisi Anda tidak kunjung membaik, Anda bisa berkonsultasi kembali ke dokter.
Kapan batuk TBC hilang setelah minum obat?
Dilansir dari National Health Service UK (NHS), gejala batuk pada penderita TBC umumnya akan mereda setelah dua minggu mengonsumsi obat antibiotik. Namun, semua bergantung pada kondisi Anda.
Meskipun batuk sudah reda, pengobatan tidak boleh putus. Anda tetap harus mengikuti waktu dan dosis pengobatan yang ditentukan.
Pasalnya, putus obat tanpa konsultasi akan mengakibatkan terjadinya resistensi obat. Ini merupakan kondisi ketika bakteri TBC menjadi kebal terhadap obat, yang kemungkinan terburuknya dapat mengancam jiwa.
Jika penyakit TBC sudah sangat parah, proses penyembuhan tentu memerlukan waktu yang lebih lama. Kesehatan Anda secara keseluruhan juga berpengaruh pada penyembuhan.
Selain itu, penting bagi Anda untuk memastikan obat dikonsumsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Jangan mengurangi dosis atau berhenti minum obat tanpa anjuran dokter.
Konsumsi obat TBC yang tidak sesuai aturan berpotensi membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh sulit untuk dibunuh. Risiko penularan TBC ke orang sekitar pun akan meningkat.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.