KESEHATAN,TIMELINES.ID- Polusi udara saat ini merupakan kondisi yang sedang dihadapi dengan banyaknya gas atau bahkan asap rokok yang tentunya sangat berbahaya tidak hanya bagi perokok sendiri tapi juga orang lain yang ada disekitarnya.

Apalagi bagi kamu yang tinggal di dekat pabrik, atau daerah yang memiliki kepadatan penduduk tentunya lebih rentan terpapar denga adanya polusi udara.

Nah berikut ini adalah beberapa dampak polusi udara bagi kesehatan:

1. Mata merah dan iritasi hidung

Mata merah dan iritasi hidung bisa menjadi gejala pertama paparan polusi udara berpartikel besar maupun kecil. Selain karena polusi udara di luar ruangan, kondisi ini juga bisa menjadi dampak polusi udara dalam ruangan.

Contoh polusi dalam ruangan adalah gas dan senyawa yang menguap dari dinding yang baru dicat. Zat-zat tersebut dapat mengiritasi mata dan hidung. Selain itu, polusi udara dalam ruangan juga bisa tercipta ketika membersihkan rumah menggunakan pembersih beraroma menyengat.

Baca Juga  8 Manfaat Jamu Beras Kencur, Atasi Gejala Magh

2. Asma

Dalam jangka pendek, polusi udara dapat membuat seseorang mengalami batuk, sesak napas, dan mengi. Dalam jangka panjang, keluhan ini dapat berkembang menjadi asma.

Dua polutan utama yang paling berisiko menyebabkan asma adalah ozon dan partikel kecil, seperti debu, yang tersangkut dalam saluran napas.

3. Bronkitis

Pembakaran bahan bakar fosil dapat menghasilkan partikel asam yang mudah mengendap dan mengiritasi saluran napas bagian atas. Partikel-partikel yang terdiri dari sulfur oksida dan nitrogen dioksida inilah yang menjadi pemicu bronkitis.

Bronkitis adalah iritasi atau peradangan di dinding saluran bronkus, yaitu pipa yang menyalurkan udara dari tenggorokan ke paru-paru. Dampak polusi udara ini mengakibatkan seseorang mengalami batuk yang terkadang disertai dengan keluarnya dahak atau lendir.

Baca Juga  Wanita Wajib Buang Air Kecil Setelah Seks, Ini Alasannya

4. Pneumonia

Bronkitis yang memburuk dan tidak ditangani berisiko menyebabkan pneumonia.  Kondisi ini terjadi ketika infeksi menyebar ke paru-paru, sehingga kantung udara di dalam paru-paru mengalami peradangan dan terisi cairan.

Selain karena bronchitis yang memburuk, pneumonia juga bisa terjadi ketika seseorang terus-menerus terpapar zat dalam polusi udara, khususnya zat nitrogen oksida dan sulfur dioksida.

5. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) terjadi ketika saluran pernapasan dan paru-paru mengalami peradangan dalam waktu yang lama. Bronkitis kronis merupakan kondisi yang dapat menjadi awal mula terjadinya PPOK.

Pada penderita PPOK, aliran udara di paru-paru menjadi lebih terbatas. Akibatnya, ia akan merasa tersengal-sengal saat bernapas.

Baca Juga  3 Komplikasi Alergi Kacang yang Bisa Terjadi

Penelitian menunjukkan bahwa dampak polusi udara ini lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi. PPOK bahkan menjadi penyakit paling mematikan nomor 3 di dunia berdasarkan data WHO tahun 2019.

6. Kanker paru-paru

Seiring berjalannya waktu, PPOK yang memburuk berisiko menyebabkan kanker paru-paru. Namun, kanker paru-paru juga bisa terjadi jika terpapar polusi udara dalam jangka panjang meskipun pada awalnya tidak menderita PPOK.

Partikel dari polusi udara yang masuk dan mengendap di paru-paru dapat memicu terjadinya pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Hal tersebut merupakan cikal bakal terjadinya kanker paru-paru.

7. Penyakit kardiovaskular