12 Dampak Polusi Udara yang Membahayakan Kesehatan, Bisa Berakhir Kematian Dini
Penelitian mengungkapkan bahwa paparan jangka panjang terhadap partikel polusi dan nitrogen oksida berkontribusi terhadap penumpukan kalsium pada pembuluh darah arteri koroner.
Penumpukan ini dapat mengakibatkan sumbatan pada aliran darah dan menjadi pemicu berbagai penyakit kardiovaskuler, seperti detak jantung tidak teratur (aritmia), gagal jantung, serangan jantung, dan stroke.
8. Penyakit autoimun
Penelitian lain mengemukakan bahwa paparan polusi jangka panjang dapat memicu terjadinya penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan multiple sceloris.
Paparan polusi menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu dan justru menyerang bagian tubuh yang sehat. Padahal, sistem kekebalan tubuh seharusnya menjadi benteng bagi tubuh dalam melawan penyakit dan zat asing, seperti bakteri dan virus.
9. Gangguan kehamilan dan janin
Pada ibu hamil, polusi udara bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada paru-paru dan ginjal janin, kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan keguguran.
Sebuah studi juga menyebutkan bahwa ibu hamil yang terpapar partikel polusi padat dalam kadar yang tinggi selama trimester ketiga kehamilan menjadi 2 kali lebih rentan melahirkan anak dengan autisme.
Namun, penting untuk diketahui bahwa paparan polusi dalam jumlah yang sama di awal kehamilan tidak menyebabkan peningkatan risiko terjadinya autisme pada anak.
10. Gangguan kecerdasan
Polusi udara juga dapat berdampak pada kecerdasan, terutama pada anak-anak. Dampak polusi udara ini terjadi jika terpapar timbal.
Anak-anak yang terpapar timbal dapat mengalami penurunan nilai IQ (tingkat kecerdasan) dan kemampuan kognitif, sehingga bisa memengaruhi prestasi anak di sekolah.
Di samping itu, anak-anak juga rentan mengalami gangguan perilaku, pubertas yang tertunda, serta penurunan fungsi pendengaran.
11. Demensia
Demensia atau pikun adalah penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Polusi udara dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya demensia.
Dampak polusi udara ini berasal dari paparan partikel padat, nitrogen dioksida, dan nitrogen oksida. Semua komponen tersebut akan menyebabkan perubahan pada struktur otak, dan memicu terjadinya demensia.
12. Kematian dini
Menghirup udara yang tercemar, bahkan dalam waktu singkat, dapat mempersingkat masa hidup. Menurut data WHO tahun 2019, lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia meninggal karena kematian dini akibat polusi udara.
Kematian dini ini disebabkan oleh paparan partikel padat maupun gas yang menyebabkan gangguan pernapasan, kardiovaskular, serta kanker.
Dampak polusi udara di atas sebagian besar saling terkait karena keluhan yang ringan dapat menjadi awal dari dampak yang lebih besar. Mengingat efeknya pada kesehatan, sebisa mungkin upayakan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi paparan langsung polusi udara.
Hal tersebut bisa Anda lakukan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk. Untuk memastikannya, Anda sebaiknya memeriksan indeks kualitas udara secara berkala. Jika tidak memungkinkan untuk menunda aktivitas di luar ruangan, gunakanlah masker untuk meminimalkan efek polusi udara.
Anda juga bisa berkontribusi mengurangi polusi udara dengan cara bepergian menggunakan transportasi umum maupun sepeda, berjalan kaki untuk bepergian dalam jarak dekat, mengganti kompor gas dengan kompor listrik, dan tidak merokok.
Apabila Anda tinggal di tempat yang tingkat polusi udaranya tinggi dan sering mengalami keluhan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, mengi, atau nyeri dada, sebaiknya periksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.