Oleh: Siska Meirina, S.pd

Setiap pertemuan ada perpisahan. Begitulah siklus kehidupan yang senantiasa datang dan pergi. Itulah roda kehidupan terus berjalan dan berputar mengitari kehidupan manusia.

Tidak terasa sudah hampir sebulan kita menjalani ibadah di bulan Ramadaan. Dan saatnya kita berpisah dengan bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah serta bulan yang di mana banyak yang dibebaskan dari siksa neraka.

Diriwayatkan dari Jabir: “Suatu ketika Rasulullah pernah berkata, apabila malam terakhir bulan Ramadan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Nabi Muhammad saw. Sahabat bertanya tentang musibah apa yang menimpa mereka, Rasulullah menjawab: perginya bulan Ramadan, karena di bulan Ramadan itu semua dijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak.”

Baca Juga  Laga Uji Coba Persib Bandung Menang 2-1 Melawan Dewa United

Sementara kita belum tentu dipertemukan kembali dengan bulan yang suci ini. Hadis riwayat dari Ibnu Abbas: “Seandainya umatku mengetahui keutamaan di bulan Ramadan, maka sungguh mereka akan berharap setahun Ramadan.

Kepergian bulan Ramadan meninggalkan pesan perpisahan berharga. Ramadan tidak butuh tangisan sesaat yang hanya dijadikan ratapan dan nostalgia tanpa dampak yang membekas dalam kehidupan kita. Proses pembiasaan ibadah Ramadan hilang seketika ditelan waktu seiring dengan kepergiannya.

Kondisi inilah yang senantiasa dikhawatirkan Rasulullah saw dalam hadis Riwayat Ahmad: ”berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya selain lapar dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala salat malamnya selain begadang semata. Perjuangkanlah kebiasaan yang telah kita lakukan di bulan Ramadan dengan ibadah.

Baca Juga  Kasus Gagal Ginjal Pada Anak Disebabkan Obat-obatan Yang Tercemar Zat Kimia