PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Bumi Serumpun Sebalai atau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan toleransi beragama dalam menciptakan pluralisme.

Sikap tenggang rasa dan kebersamaan terjalin secara terus menerus dan turun temurun sehingga budaya silaturahmi dan keterbukaan terus berlangsung di pulau penghasilan timah ini.

Adat melayu yang sudah membaur dengan adat dan etnis lainnya di wilayah ini, menjadi gambaran bahwa Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang terbuka dan ramah dengan menjunjung tinggi toleransi dan keberagamaan.

Hal ini dikatakan Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Dato Akhmad Elvian saat kepada wartawan belum lama ini.

“Kepulauan Bangka Belitung merupakan kepulauan pewaris nilai toleransi dan pluralisme serta persatuan bangsa tanpa prasangka,” kata Akhmad Elvian .

Baca Juga  Amankan Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi, Polda Babel Terjunkan 560 Personel

Dipaparkan Datuk Akhmad Elvian bila sejarah hubungan antaretnik pada kerajaan-kerajaan tradisional di nusantara menjadi hal yang menarik karena dapat memahami dan memaknai kebhinekaan yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Dan bagaimana kemudian kebhinekaan dapat menumbuhkan keinginan yang kuat dari berbagai etnik di nusantara untuk bersatu dan mewujudkan persatuan Indonesia.

“Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung adalah salah satu contoh yang dalam lintasan sejarahnya dapat menata dengan baik hubungan antar etnik atau pluralisme dan toleransi sehingga terjalin secara harmonis,” lanjutnya.