Oleh: Putri Simba

Saat dunia tak lagi berakal
Langkah lelah menghamba pada budi langit
Sempurnakan kepergian bias langit
Di balik pelupuk kabut yang pekat

Lelahku kala menahan sakit ini
Sakit yang terus membuat jerit
Telah dekatkah kematianku?
Pasir, terlalu sedikit untuk menghitung dosa-dosa

Sekokoh apakah daun-daun cantik
Daun takdir penentu nasib umat
Berharap angin jangan bertiup laju
Agar tak segera gugur daun-daun itu

Serapuh apakah
Ranting dan dahan pada daunku
Telah retak dan patahkah?
Yang mungkin tak lagi mampu menopangnya

Samudra yang ada di bumi ini terlalu kecil
Untuk menuangkan
Seluruh catatan-catatan keburukan diri

Baca Juga  Malam dan Isinya